Liputan6.com, Jakarta - Urine berdarah atau hematuria adalah tanda kondisi tubuh yang tidak boleh diabaikan. Meskipun tidak selalu berbahaya, tapi kondisi ini bisa menjadi petunjuk adanya gangguan pada ginjal, saluran kemih, atau organ reproduksi pria.
Urine berdarah adalah kondisi ketika terdapat darah dalam urine. Pada beberapa kasus, warna urine tampak merah muda, merah, atau kecoklatan sehingga darah dapat terlihat dengan jelas.
Advertisement
Namun, ada juga kondisi di mana darah hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium karena jumlahnya sangat sedikit. Kondisi ini disebut hematuria mikroskopis.
Menurut dokter spesialis bedah urologi RS EMC Pekayon, Aaron Abdullah, ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan urine berdarah, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan penanganan khusus, yakni:
Infeksi Saluran Kemih
Infeksi pada saluran kemih dapat menyebabkan iritasi dan peradangan sehingga memicu munculnya darah dalam urine. Biasanya disertai keluhan nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, atau sering ingin buang air kecil.
Batu Ginjal atau Batu Saluran Kemih
Batu yang bergerak di dalam saluran kemih dapat melukai dinding saluran sehingga menimbulkan perdarahan. Kondisi ini sering disertai nyeri hebat pada pinggang atau perut bagian bawah.
Pembesaran Prostat
Pada pria usia lanjut, pembesaran prostat dapat menyebabkan gangguan aliran urine dan terkadang menimbulkan urine berdarah.
Cedera atau Trauma
Benturan pada area ginjal atau saluran kemih juga dapat menyebabkan munculnya darah dalam urine.
Tumor atau Kanker Saluran Kemih
Dalam beberapa kasus, urine berdarah dapat menjadi tanda awal kanker ginjal, kandung kemih, atau prostat.
“Oleh karena itu, keluhan ini tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi berulang,” kata Aaron mengutip laman EMC, Senin (29/6/2026).
Tanda Waspada
Aaron menyarankan, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami:
- Urine berwarna merah atau kecoklatan
- Keluar gumpalan darah saat buang air kecil
- Nyeri pinggang yang hebat
- Nyeri saat buang air kecil
- Sulit buang air kecil
- Demam yang menyertai keluhan
- Urine berdarah yang muncul berulang.
Meskipun tidak terasa nyeri, urine berdarah tetap perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya.
Untuk mencari sumber perdarahan, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Wawancara dan pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan urine
- Pemeriksaan darah
- USG ginjal dan saluran kemih
- CT Scan apabila diperlukan
- Pemeriksaan endoskopi kandung kemih (sistoskopi) pada kondisi tertentu.
Pemeriksaan ini membantu menentukan penyebab sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Penanganan Urine Berdarah
Penanganan urine berdarah bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan infeksi, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai kondisi yang ditemukan.
Jika disebabkan batu saluran kemih, mungkin diperlukan tindakan untuk mengeluarkan atau memecahkan batu. Jika ditemukan gangguan prostat atau penyakit lainnya, terapi akan disesuaikan dengan diagnosis.
Karena penyebabnya sangat beragam, pengobatan tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan gejala tanpa pemeriksaan yang tepat.
Urine berdarah bukanlah kondisi yang normal. Meskipun tidak selalu menandakan penyakit serius, keluhan ini merupakan sinyal yang perlu diperhatikan.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang efektif dan mencegah komplikasi yang lebih berat.
“Jika Anda menemukan darah pada urine, jangan panik, tetapi juga jangan mengabaikannya. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis urologi untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Aaron.