Liputan6.com, Jakarta - Upaya pencegahan stunting dinilai perlu dimulai sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan. Melalui inovasi Puskesmas Siap Sedia, Asosiasi Puskesmas Seluruh Indonesia (APKESMI) mendorong deteksi dini risiko anemia pada balita dengan dukungan teknologi digital untuk mempercepat skrining di layanan kesehatan primer.
Ketua Umum DPP APKESMI, Kusnadi, SKM, M.Kes., mengatakan inovasi Puskesmas Siap SEDIA (Skrining, Edukasi, Intervensi Aksi Cegah Anemia dan Stunting) lahir dari keprihatinan terhadap angka stunting dan anemia yang penurunannya masih berlangsung lambat.
"Sebagai wadah diskusi teman-teman puskesmas, kami melihat situasi saat ini bahwa angka stunting dan angka anemia masih berjalan di tempat, turun perlahan. Oleh karena itu, kami mencoba menginisiasi sebuah inovasi dengan sebutan Puskesmas Siap Sedia," kata Kusnadi.
Advertisement
Melalui inovasi tersebut, balita terlebih dahulu menjalani proses skrining untuk mengetahui faktor risiko anemia. Setelah itu, keluarga akan mendapatkan edukasi. Apabila ditemukan risiko tinggi, dokter akan melakukan analisis lebih lanjut dan menentukan intervensi yang sesuai.
Menurut Kusnadi, layanan ini melibatkan kolaborasi berbagai tenaga kesehatan di puskesmas, mulai dari bidan, tenaga promosi kesehatan, tenaga gizi hingga dokter.
"Dokter akan menganalisis hasil skrining tadi. Kira-kira balita ini ada masalah apa, perlu tindakan apa, intervensi apa, itu ditentukan oleh dokter," ujarnya kepada Kesehatan Liputan6.com di Tangerang Selatan, Banten.
Fokus Cegah Anemia Sebelum Berujung Stunting
Kusnadi, menjelaskan, pendekatan tersebut dipilih karena anemia memiliki hubungan erat dengan stunting. Oleh sebab itu, pencegahan dilakukan sebelum anak benar-benar mengalami anemia.
"Dari beberapa diskusi memang related sekali antara anemia dengan stunting. Oleh karena itu, anemia masih menjadi penyebab tertinggi dari stunting. Kita atasi dari awal. Inovasi ini bukan menangani stunting, karena stunting cukup sulit ditangani. Tapi kita tangani sejak dini dari aneminya,"Â ujarnya.
Berbeda dengan pemeriksaan anemia melalui tes hemoglobin, program ini lebih dahulu mengidentifikasi faktor risiko menggunakan instrumen skrining. Jika ditemukan indikasi tertentu, balita akan dirujuk untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, termasuk ke dokter spesialis apabila terdapat penyakit kronis atau gangguan penyerapan zat besi.
Selain aspek medis, edukasi mengenai pola asuh dan lingkungan juga menjadi bagian penting dari program ini. Edukasi tidak hanya diberikan di puskesmas, tetapi juga melalui kegiatan promotif di masyarakat.
Â
Teknologi Digital Bantu Tingkatkan skrining
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/8680065/original/086953100_1782728358-Alat_Tes_Skrining.jpeg)
Sementara itu, Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan rendahnya cakupan deteksi dini masih menjadi tantangan dalam mencegah anemia defisiensi besi.
Karena itu, pihaknya mengembangkan berbagai instrumen digital berbasis ilmiah yang dapat membantu tenaga kesehatan melakukan skrining secara lebih efektif di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Dari pihak industri, kami sudah punya banyak sekali tools atau instrumen digital yang sudah terbukti secara ilmiah. Bahkan, sudah pernah kami uji cobakan di tingkat bidan. Salah satunya Iron Calculator yang kami cobakan di Ikatan Bidan Indonesia, ternyata dapat meningkatkan keberhasilan skrining," ujar Ray.
Dia menjelaskan bahwa skrining merupakan tahap awal untuk mengetahui faktor risiko anemia defisiensi besi. Setelah risiko diketahui, tenaga kesehatan dapat segera memberikan edukasi dan intervensi nutrisi sehingga kondisi tersebut tidak berkembang menjadi anemia.
"Skrining itu adalah langkah awal untuk mengetahui faktor risiko. Kalau sudah ada faktor risiko, sudah bisa dilakukan edukasi dan diberikan intervensi nutrisi agar tidak berkembang menjadi anemia, terutama anemia defisiensi besi,"Â tambahnya.
Menurut Ray, kolaborasi antara industri, Kementerian Kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia, dan puskesmas menjadi langkah penting untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital di layanan kesehatan primer.
"Peran kami adalah bermitra dengan Kementerian Kesehatan dan Ikatan Bidan Indonesia untuk memaksimalkan capaian skrining di layanan primer, sekaligus memastikan efektivitasnya melalui edukasi dan intervensi sedini mungkin agar risikonya bisa ditekan sejak di tingkat layanan primer,"Â pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/8680064/original/080179400_1782728358-Ilustrasi_Anak_Stunting.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4948631/original/065553400_1726807998-fotor-ai-20240920113947.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6848898/original/009841400_1779633603-338209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402366/original/028896800_1762245268-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5760098/original/024101400_1778663015-IMG_3587.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5763777/original/071600100_1778666768-IMG-20260513-WA0030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662043/original/085368300_1778306490-IMG_1541.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495514/original/009145800_1770373849-disabilitas_phtc.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536020/original/020667200_1774227279-IMG_20260322_210703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535121/original/030373200_1773918387-PENGECEKAN_RSUD_BERSAMA_GUBERNUR-_WALIKOTA__2_.jpg)