Kanker Payudara Sering Terlambat Ditemukan, Dokter: Deteksi Dini Penting

Padahal semakin dini kanker payudara dideteksi, tingkat kesembuhan lebih tinggi dan penanganan lebih mudah.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 31 Juli 2026, 09:00 WIB
Kanker Payudara/unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang kerap ditemukan sudah memasuki stadium lanjut di Indonesia. Padahal, semakin dini penyakit ini terdeteksi, peluang keberhasilan pengobatan akan semakin besar dan penanganan yang diperlukan umumnya lebih sederhana.

“Kalau breast cancer (kanker payudara) itu memang tahu-tahu sudah gede, sudah stadium lanjut, padahal katanya benjolannya kecil-kecil aja,” kata dokter subspesialis Bedah Onkologi dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi.

Gusti Ayu menilai masih banyak pasien datang ke rumah sakit ketika kanker payudara sudah memasuki stadium lanjut, salah satunya karena sebelumnya memilih menjalani pengobatan alternatif. Ketika dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan justru kerap ditemukan kondisi pasien yang sudah mengalami ukuran tumor umumnya sudah besar bahkan sebagian telah menjadi luka yang berbau.

Dokter lulusan Universitas Airlangga itu menekankan pentingnya deteksi dini agar kanker seperti kanker payudara terdeteksi pada stadium awal. Menurut Gusti, jika penyakit terdiagnosis lebih cepat, operasinya juga tidak complicated, biaya pengobatan lebih rendah hingga kebutuhan akan terapi lanjutan dapat diminimalkan sesuai kondisi pasien.

“Ada baiknya kita lebih dini misalnya let's say mamografi untuk program medical checkup, kemudian USG payudara itu misalnya untuk yang lebih muda lagi. Terus jadinya kita bisa tangkap yang stadium-stadium dini yang masih early,” ujar Gusti Ayu mengutip Antara.

Apa Itu USG Payudara?

USG payudara disebut juga dengan usg mammae merupakan pemeriksaan payudara menggunakan alat ultrasonografi. dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran organ dalam tubuh. Pemeriksaan USG mamae tidak menggunakan radiasi dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi ukuran, lokasi, dan jenis benjolan pada payudara, serta sebagai alat pemandu saat melakukan pengambilan sampel benjolan pada jaringan payudara (biopsi).

Sementara itu, mamografi adalah pemeriksaan pencitraan medis untuk payudara menggunakan sinar-X. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini kanker payudara dan kelainan lainnya pada payudara. Tindakan ini biasanya dilakukan pada perempuan di atas 40 tahun. Tindakan ini tidak dilakukan pada usia yang lebih muda karena jaringan payudara masih cenderung padat sehingga gambaran hasil mamografi kurang jelas untuk mendeteksi kelainan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya