Mengapa Makin Dewasa Justru Sulit Punya Teman Dekat?

Makin dewasa, punya teman dekat terasa sulit. Psikolog menjelaskan alasan dan cara membangun kedekatan.

Diterbitkan 14 September 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernah merasa semakin dewasa justru semakin sulit punya teman dekat yang benar-benar solid? Dulu, bertemu teman di sekolah setiap hari bisa membuat hubungan cepat akrab. Namun, setelah bekerja, hubungan dengan orang lain terkadang hanya sebatas saling menyapa atau berbincang seperlunya.

Kalau kamu merasakan hal serupa, kondisi tersebut bukan sekadar perasaan. Ada penjelasan secara psikologis mengapa membangun pertemanan dekat bisa terasa lebih sulit ketika seseorang memasuki usia dewasa.

Psikolog dari Fyn Nutrition & Wellness Center, Ayoe Sutomo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa ketika masih kecil, seseorang memiliki kesempatan bertemu dengan orang yang sama secara berulang setiap hari.

"Waktu kecil kita ketemu orang yang sama setiap hari, di sekolah, di lingkungan rumah, jadi kedekatan itu tuh otomatis terbentuk," kata Ayoe dikutip Kesehatan Liputan6.com dari unggahan video di akun @fynclinic pada Senin, 14 September 2026.

Saat masih kecil, lingkungan sekolah dan rumah membuat seseorang secara alami berada dalam situasi yang memungkinkan pertemanan terbentuk.

Pertemuan dengan orang yang sama setiap hari membuat kedekatan muncul tanpa perlu direncanakan atau diusahakan secara khusus.

Namun, kondisi tersebut berubah ketika seseorang sudah dewasa. Kesibukan dan kehidupan masing-masing membuat orang tidak lagi memiliki struktur yang sama seperti ketika masih sekolah.

"Pas dewasa kita nggak lagi punya tuh struktur yang seperti itu, karena semua orang itu sibuk sama hidupnya masing-masing," ujar Ayoe.

Pertemanan Dewasa Perlu Diusahakan

Menurut Ayoe, membangun pertemanan yang dekat membutuhkan apa yang disebut repeated unplanned contact, yakni pertemuan berulang-ulang tanpa harus direncanakan.

"Ketemu berulang-ulang tanpa harus direncanain. Nah, itu yang bikin teman kerja lama-lama bisa jadi dekat, karena kita ketemu setiap hari bukan karena effort yang ekstra," tambahnya.

Karena kesempatan bertemu secara alami semakin berkurang, pertemanan dekat saat dewasa pun membutuhkan usaha lebih. Namun, kondisi ini bukan berarti seseorang sulit bersosialisasi.

"Nah, makanya di usia dewasa, berteman dekat itu butuh banget untuk diusahain, dan ini bukan tandanya kamu susah bersosialisasi," katanya.

Mulai Membangun Kedekatan dari Hal Kecil

Ayoe menyarankan untuk memulai usaha membangun pertemanan dari hal-hal sederhana. Misalnya, mengajak teman mengobrol mengenai hal di luar pekerjaan atau menindaklanjuti percakapan melalui pesan yang sebelumnya hanya sebatas formalitas.

"Coba deh mulai dari hal yang kecil, kayak ngajak ngobrol di luar kerjaan, atau follow up chat yang biasanya cuma sekadar formalitas," ujar Ayoe.

Menurutnya, pertemanan ketika dewasa memang tidak selalu terbentuk secara kebetulan seperti saat masih sekolah.

"Pertemanan dewasa itu dibangun, bukan kebetulan terjadi kayak waktu kita sekolah dulu," katanya.

Namun, apabila rasa kesepian yang dirasakan sudah lebih dalam daripada sekadar merasa kurang memiliki teman, Ayoe menyarankan untuk mempertimbangkan konsultasi.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Premium Longevity Center | Dokter Gizi & Psikolog Jakarta (@fynclinic)