Liputan6.com, Jakarta - Tanaman sirih merah selama ini lebih dikenal sebagai tanaman hias maupun herbal. Namun, hasil riset dari dosen IPB University menunjukkan bahwa tanaman ini juga berpotensi menjadi bahan alami untuk mencerahkan kulit.
Guru Besar Biokimia Nutrisi IPB University, Prof. Mega Safithri, mengungkapkan bahwa sirih merah memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik, termasuk produk pencerah kulit.
Advertisement
Menurutnya, selama ini banyak produk pencerah kulit masih menggunakan bahan baku impor seperti hidrokuinon atau arbutin. Menurutnya pemanfaatan sirih merah dapat menjadi salah satu alternatif berbasis sumber daya lokal.
Berdasarkan penelitiannya sirih merah terbukti mampu menghambat produksi melanin hingga 35 persen. Senyawa bioaktifnya bekerja langsung pada enzim kunci (tyrosinase) yang memicu produksi pigmen gelap dan pada uji seluler.
Selain itu, kandungan sirih merah mengandung antioksidan yang mampu mendukung kesehatan kulit. :senyawa bioaktif dalam sirih merah terbukti memiliki kemampuan hebat, yaitu antioksidan kuat sehingga mampu melindungi kulit dengan menghambat kerusakan pada membran sel,” jelas Mega mengutip laman IPB University.
Penemuan ini bukan sekadar riset di laboratorium, tapi juga peluang strategis. Dengan tren masyarakat yang semakin menyukai konsep natural, halal, dan eco-beauty, kosmetik berbasis sirih merah memiliki potensi pasar yang sangat cerah.
Selain itu, tanaman ini sangat mudah dibudidayakan layaknya tanaman hias, asalkan ditempatkan di area yang teduh (tidak terkena sinar matahari langsung).
Cara Mendapatkan Senyawa Aktif Sirih Merah untuk Cerahkan Kulit
Untuk memeroleh senyawa aktif, daun sirih merah yang berumur 1–2 tahun terlebih dahulu disortasi, dicuci, dan dikeringkan selama sekitar 48 jam sebelum dihaluskan.
Serbuk daun tersebut kemudian diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 persen untuk menghasilkan ekstrak yang kaya senyawa bioaktif sebagai bahan alami pencerah kulit.
“Dengan memanfaatkan potensi lokal ini, Indonesia tidak hanya menghadirkan produk kecantikan yang aman dan berdaya saing global, tapi juga memperkuat kemandirian bahan baku kosmetik nasional,” tuturnya.