Liputan6.com, Jakarta - Mata kuning dan kulit kuning kerap diasosiasikan dengan hepatitis. Namun, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh peradangan hati akibat hepatitis.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan Dedy G Sudrajat dari RS EMC Grha Kedoya Jakarta mengatakan, terdapat sejumlah kondisi lain yang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami mata dan kulit kuning.
Advertisement
"Itu harus diluruskan. Tidak hanya hepatitis yang menyebabkan mata kuning," ujar Dedy dalam Healthy Hour EMC bersama Liputan6.
Dedy mengungkapkan salah satu penyebab mata dan kulit kuning dapat berasal dari kelainan darah. Kondisi tersebut terjadi ketika pemecahan sel-sel darah merah berlangsung secara berlebihan.
Selain itu, gangguan pada saluran empedu juga dapat menyebabkan tubuh mengalami perubahan warna menjadi kuning.
"Sumbatan di saluran empedu, baik karena batu empedu atau ada tumor di emepdu atau di saluran atau pankreas yang mendesak saluran empedu bisa menyebabkan kuning," tutur Dedy.
Mengingat penyebab mata kuning dan kulit kuning ada beberapa hal maka perlu menjalani pemeriksaan. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk melihat kondisi yang berkaitan dengan fungsi hati maupun kadar bilirubin. Selain itu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat kondisi organ hati, empedu, dan saluran empedu.
"Pemeriksaan baik pemeriksaan darah, fisik, USG untuk membedakan ini ke arah apa yang menyebabkan kuning," katanya.
Hepatitis B dan C Tahap Awal Tidak Tunjukkan Gejala
Di sisi lain, Dedy mengingatkan bahwa hepatitis juga tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Terutama pada hepatitis B dan hepatitis C, seseorang dapat terinfeksi tanpa merasakan keluhan yang khas.
Kondisi tersebut membuat seseorang bisa tidak menyadari dirinya terinfeksi hingga penyakit diketahui melalui pemeriksaan kesehatan atau ketika sudah terjadi gangguan pada fungsi hati.