Cuma Jalan Kaki 30 Menit, Benarkah Sudah Termasuk Olahraga?

Jalan kaki 30 menit bisa menjadi awal olahraga. Namun, ada cara tertentu agar tubuh lebih aktif.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 12 Agustus 2026, 16:30 WIB
Pelatih lari profesional dan pacemaker Coach Valast menjelaskan bahwa jalan kaki 30 menit bisa menjadi bagian dari olahraga. Ia menyarankan berjalan lebih cepat dan mengayunkan tangan. (Foto: Kanaya Nanda Putri/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga tidak selalu harus dilakukan dengan berlari, mengangkat beban, atau menggunakan peralatan khusus. Jalan kaki selama 30 menit juga bisa menjadi pilihan aktivitas fisik yang sederhana dan mudah dilakukan.

Pelatih lari profesional dan pacemaker berpengalaman yang membimbing pelari menghadapi berbagai ajang maraton, Coach Valast, mengatakan, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki perlengkapan olahraga lengkap untuk mulai bergerak.

Menurutnya, jalan kaki selama 30 menit dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan olahraga. Namun, aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan dengan teknik dan intensitas yang tepat serta konsisten.

"Minimal mulai jalan pagi 30 menit. Aku selalu jalan, jalan cepat," ujar Coach Valast.

Dia menjelaskan bahwa jalan kaki untuk berolahraga berbeda dengan berjalan santai seperti ketika sedang berada di pusat perbelanjaan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah gerakan tangan. "Kalau jalan itu, jangan jalan kayak lenggang kangkung. Jalan itu tangannya diayun," tambahnya.

Menurut Coach Valast, mengayunkan tangan ketika berjalan membuat lebih banyak bagian tubuh bergerak. Langkah kaki juga menjadi lebih cepat sehingga detak jantung perlahan meningkat.

"Kalau teman-teman jalannya diayun, jadi kan bergerak semua badan. Kemudian juga langkah kakinya lebih cepat. Kemudian heart rate-nya sedikit-sedikit naik," ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu merasa harus langsung mampu berlari untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik. Jalan cepat dapat menjadi tahap awal sebelum seseorang meningkatkan kemampuan secara bertahap.

"Nanti lama-lama dari mulai jalan cepat, lama-lama bisa kayak begini (lari). Nah, lama-lama bisa (maraton)," ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahwa berjalan kaki untuk menambah jumlah langkah tetap memiliki manfaat. Namun, aktivitas tersebut berbeda dengan olahraga yang dilakukan secara terstruktur.

"Tapi kalau jalan-jalan biasa yang kayak buat nge-banyakin langkah gitu, itu tetap bisa. Nah, kalau nyari langkah itu kan dapat kan 5 ribu jalan-jalan," katanya.

Coach Valast kemudian menekankan pentingnya konsistensi ketika seseorang ingin menjadikan aktivitas fisik sebagai olahraga.

"Nah, kalau misalnya apa, olahraga itu adalah olahraga adalah kegiatan yang dilakukan secara konsisten dalam kurun waktu tertentu. Nah, misalnya 30 menit, konsisten. Nah, itu olahraga," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya