Berat Badan Stuck Setelah Diet Bukan Tanda Kegagalan

Berat badan stuck setelah diet bukan berarti gagal. Dokter menjelaskan apa yang terjadi di dalam tubuh.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 18 Agustus 2026, 11:48 WIB
Ketua Umum PB PERKENI Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD menjelaskan alasan berat badan bisa stuck setelah diet. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan keseimbangan metabolisme tubuh. (dok. Diana Polekhina/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Berat badan yang sudah turun kemudian berhenti atau stuck bukan berarti seseorang gagal menjalani diet. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya perubahan keseimbangan metabolisme di dalam tubuh.

"Metabolisme tubuh akan mengalami perubahan. Saat berat badan turun 10 hingga 20 persen, tubuh akan menyesuaikan diri dan mencari keseimbangan yang baru," ujar Yunir.

Dia, menjelaskan, pada awalnya perubahan gaya hidup dan pengaturan pola makan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, setelah mencapai titik tertentu, berat badan bisa kembali mengalami plateau atau tidak lagi turun.

"Kalau lifestyle sama ngatur makan itu maksimal bisa turun 30 persen dari berat badan yang mau diturunin. Nah, sudah gitu mentok," katanya.

Menurut Yunir, berat badan bisa berhenti turun karena metabolisme tubuh kembali bergeser. Kondisi ini juga berkaitan dengan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

"Kenapa mentok? Karena pada waktu sudah sampai segitu, metabolis di dalam badan tuh bergeser lagi keseimbangannya. Hormon-hormon lapar, hormon kenyang itu nyari posisi baru lagi," tambahnya.

Kondisi tersebut membuat penanganan obesitas tidak selalu cukup hanya dengan mengurangi makanan. Ketika berat badan sudah stuck, diperlukan strategi tambahan sesuai kondisi masing-masing individu.

"Harus ada tambahan lagi nih support untuk menurunkan berat badan. Jadi bukan semata-mata ngatur makan doang, sudah paksain aja nanti juga turun," ujarnya.

Salah satu pilihan intervensinya adalah obat. Menurut dia, obat dapat digunakan untuk membantu mengubah kembali metabolisme tubuh sehingga proses penurunan berat badan dapat dilanjutkan.

"Intervensinya apa ketika sudah stuck berat badan? Bisa obat. Obat itu mau mengubah lagi metabolisme di dalam badan," katanya.

 

Bisakah Metabolisme yang Lambat Dinaikkan?

Ketua Umum PB PERKENI Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD menjelaskan alasan berat badan bisa stuck setelah diet. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan keseimbangan metabolisme tubuh. (Photo by Diana Polekhina on Unsplash)

Ketika ditanya apakah metabolisme yang lambat bisa dibuat kembali lebih tinggi, Yunir mengatakan hal tersebut tidak mudah dilakukan.

Namun, olahraga atau exercise disebut mungkin dapat membantu meningkatkan metabolisme.

"Untuk meningkatkan metabolisme, mungkin tidak bisa dilakukan secara langsung. Namun, exercise mungkin dapat membantu meningkatkan metabolisme," ujarnya.

Dengan demikian, berat badan yang berhenti turun setelah diet tidak selalu menunjukkan kegagalan. Tubuh dapat mengalami perubahan metabolisme dan penyesuaian hormon setelah berat badan berkurang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya