Makanan Penyebab Keringat Berlebih dan Bau Badan, Apa Saja?

Keringat berlebih bisa dipicu makanan pedas dan kopi. Simak juga makanan yang dapat membuat bau badan.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 04 September 2026, 14:31 WIB
Makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat memengaruhi produksi keringat dan aroma tubuh. Makanan pedas serta kopi bisa memicu keringat berlebih, sementara makanan beraroma kuat dapat memengaruhi bau badan. (Credit: Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Makanan yang dikonsumsi setiap hari ternyata bisa memengaruhi keringat berlebih hingga bau badan. Bukan hanya makanan pedas, kopi dan sejumlah makanan dengan aroma kuat juga dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat atau menghasilkan aroma yang lebih tajam.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika, Irwan Saputra Batubara, Sp.D.V.E., mengatakan makanan pedas dapat memicu produksi keringat lebih banyak, terutama pada orang yang mengalami hiperhidrosis.

"Jadi, kalau yang meningkatkan produksi keringat berlebih, itu makanan-makanan yang sifatnya spicy," ujar Irwan.

Makanan Pedas Bisa Picu Keringat Berlebih

Makanan pedas menjadi salah satu pemicu yang perlu diperhatikan bagi orang yang mudah berkeringat. Sensasi panas dari makanan dapat merangsang respons tubuh dan membuat produksi keringat meningkat.

Selain makanan pedas, konsumsi kopi atau minuman berkafein secara berlebihan juga dapat merangsang saraf simpatis. Ketika saraf ini bekerja lebih aktif, tubuh dapat memberikan respons berupa peningkatan produksi keringat.

"Kalau kebanyakan minum kopi, itu juga meningkatkan impuls saraf simpatis. Jadi, kalau sinyalnya banyak dari makanan yang terlalu pedas, makanan yang terlalu panas, kita makan di kondisi udara yang lebih panas, ditambah lagi minum kopi, itu saraf simpatis jadi bekerja ekstra, sehingga memberi sinyal untuk produksi keringat lebih banyak," kata Irwan dalam diskusi media yang digelar RS Pondok Indah Group di Jakarta pada Kamis (3/9/2026).

Artinya, kombinasi makanan pedas, makanan atau minuman panas, kondisi lingkungan yang panas, serta konsumsi kopi berlebihan dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat.

Makanan Ini Bisa Memengaruhi Bau Badan

Jika makanan pedas dan kopi lebih berkaitan dengan peningkatan produksi keringat, makanan dengan aroma kuat dapat memengaruhi bau badan.

Irwan mengatakan bawang putih, bawang merah, bawang bombay, rempah-rempah beraroma kuat, petai, hingga jengkol memiliki molekul aromatik yang dapat masuk ke dalam peredaran darah dan kemudian dikeluarkan melalui keringat.

"Makanan beraroma tajam seperti bawang putih, bawang merah, jengkol, petai, atau rempah-rempah yang kuat itu molekul aromatiknya bisa masuk ke peredaran darah, dan disaring di kelenjar keringat," kata Irwan.

Ketika keringat yang membawa molekul tersebut bercampur dengan bakteri di permukaan kulit, terutama pada area lipatan seperti ketiak, aroma tubuh yang tidak sedap dapat menjadi lebih kuat.

Jangan Biarkan Keringat Mengering di Tubuh

Selain memperhatikan makanan, menjaga kebersihan tubuh juga penting untuk mengurangi risiko bau badan dan masalah kulit akibat keringat.

Membiarkan tubuh tetap basah oleh keringat atau mengenakan pakaian yang sudah basah dalam waktu lama dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko munculnya masalah kulit, termasuk infeksi jamur dan panu.

Irwan menyarankan agar tubuh segera dibersihkan setelah beraktivitas. Jika belum memungkinkan untuk mandi, setidaknya segera ganti pakaian yang basah dengan pakaian bersih dan kering.

"Kalau keringat sampai kering di badan, baju yang basah keringat kering di badan, itu menimbulkan penyakit: jamur, panu dan sebagainya. Sehingga paling bagus, 30 menit setelah aktivitas, langsung mandi. Tapi kalau tidak memungkinkan, setidaknya ganti baju yang kering," pungkas Irwan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya