Liputan6.com, Tiongkok - Seorang peserta HYROX di Beijing, Cina, menjadi sorotan setelah mengalami inkontinensia feses atau ‘cepirit’ saat mengikuti perlombaan dengan intensitas tinggi. Kejadian tersebut menjadi perhatian setelah rekamannya beredar di media sosial dan atlet bernama Joanna Wietrzyk itu diduga tetap menyelesaikan perlombaan hingga garis akhir.
Dikutip dari Global Times, Senin (14/9/2026), insiden tersebut membuat penyelenggara HYROX melakukan pembersihan besar-besaran di area yang terdampak.
Advertisement
Peralatan yang terkontaminasi dikeluarkan dari arena. Sejumlah jalur juga ditutup untuk menjalani proses sanitasi, termasuk penggantian karpet dan pembersihan secara mendalam.
Insiden tersebut kemudian menjadi perhatian karena HYROX memiliki aturan khusus yang mengatur kebersihan, keselamatan, perlengkapan, asupan selama perlombaan, hingga perilaku peserta.
Aturan kebersihan HYROX
Salah satu aturan yang secara tegas berkaitan dengan kebersihan adalah larangan meludah atau membuang cairan, termasuk ingus dari hidung, ke lantai.
Berdasarkan HYROX Doubles Rulebook season 26/27, pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenai penalti waktu dua menit.
Dalam daftar penalti, pelanggaran tertentu bahkan dapat berujung pada diskualifikasi berdasarkan keputusan Race Director.
Aturan ini menjadi semakin relevan setelah insiden di Beijing karena area perlombaan dan peralatan HYROX digunakan secara bersama oleh para peserta.
1. Dilarang membuang sampah sembarangan
Peserta HYROX tidak diperbolehkan meninggalkan sampah di area perlombaan.
Gelas kertas dan kemasan gel yang sudah digunakan harus dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan.
Peserta yang melanggar aturan littering dapat dikenai penalti waktu dua menit untuk setiap pelanggaran.
2. Dilarang melakukan pendinginan sembarangan
HYROX juga memiliki aturan mengenai rapid cooling atau pendinginan cepat.
Peserta dilarang menggunakan cairan untuk melakukan active cooling karena dapat membuat permukaan arena menjadi licin dan membahayakan peserta lain.
Pelanggaran terkait rapid cooling tercantum dalam daftar penalti dengan hukuman dua menit.
3. Tidak boleh menerima nutrisi dari pihak lain
Peserta boleh mengambil air atau produk hidrasi yang tersedia di aid station. Namun, mereka tidak diperbolehkan menerima minuman atau produk nutrisi dari orang lain selama perlombaan.
Jika membutuhkan produk nutrisi, peserta harus membawanya sendiri sejak awal perlombaan.
Menerima bantuan dari pihak lain dikategorikan sebagai outside assistance dan dapat dikenai penalti waktu.
4. Ada perangkat yang dilarang digunakan
Tidak semua perlengkapan boleh dibawa ke arena HYROX.
Dalam Rulebook, sejumlah perangkat dilarang digunakan, termasuk headphone, ponsel, headset VR, kamera GoPro, helm, alat bantu pernapasan, dan perangkat lainnya.
HYROX menyatakan bahwa barang yang tidak secara khusus tercantum sebagai perlengkapan yang diperbolehkan pada dasarnya dianggap dilarang.
Pengecualian dapat diberikan jika peserta memperoleh izin tertulis dari Race Director sebelum perlombaan.
5. Perilaku tidak sportif bisa berujung diskualifikasi
Peserta juga diwajibkan menjaga perilaku selama kompetisi.
Tindakan kasar, perselisihan berlebihan, hingga menghalangi peserta lain dapat dikenai penalti atau diskualifikasi.
Dalam kasus tertentu, tindakan tersebut bahkan dapat berujung pada larangan mengikuti HYROX dan tindakan hukum.
Bukan sekadar soal kecepatan
Berbagai aturan tersebut menunjukkan bahwa HYROX tidak hanya mengatur gerakan, teknik, dan waktu peserta selama perlombaan.
Kebersihan, keselamatan, penggunaan perlengkapan, bantuan dari pihak luar, hingga perilaku peserta juga menjadi bagian dari regulasi kompetisi.
Insiden inkontinensia feses yang terjadi di Beijing memperlihatkan salah satu tantangan yang dapat muncul dalam kompetisi olahraga dengan intensitas tinggi, terutama ketika peserta dan peralatan berada dalam ruang perlombaan yang sama.
Karena itu, aturan kebersihan dan sanitasi menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan serta kenyamanan seluruh peserta.