Diet Sehat Bukan Sekadar Makan Rebusan, Ini Penjelasannya

Makanan rebusan belum cukup untuk diet sehat. Dokter jelaskan nutrisi yang tetap dibutuhkan tubuh.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 01 Oktober 2026, 12:46 WIB
Dokter spesialis gizi klinik dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan diet sehat tidak cukup hanya dengan makanan rebusan. Tubuh tetap membutuhkan protein, lemak, dan nutrisi seimbang. (Gambar: David Trink/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, mengatakan diet sehat tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan yang direbus.

Menurut Juwalita, makanan rebusan memang dapat menjadi salah satu pilihan, terutama untuk sarapan. Namun, menu tersebut tetap perlu dilengkapi dengan sumber protein agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi.

"Boleh makan rebusan mungkin kalau di pagi lebih mudah. Tapi saya selalu rekomendasikan kalau bisa tetap lengkap. Ada proteinnya," kata Juwalita dikutip Antara, Jumat, 1 Oktober 2026.

Dokter yang sehari-hari praktik di Rumah Sakit Pusat Pertamina menjelaskan bahwa makanan seperti kentang, ubi, singkong, dan jagung tidak dengan sendirinya memenuhi kebutuhan protein tubuh.

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar makanan tersebut dikombinasikan dengan sumber protein, seperti telur, edamame, atau tahu yang dikukus.

Selain protein, Juwalita menekankan bahwa lemak juga tetap dibutuhkan tubuh meski seseorang sedang menjalani diet. Penggunaan minyak dalam makanan masih diperbolehkan selama jumlahnya dalam batas wajar.

"Jadi, lemak tetap kita perlukan. Jadi, enggak selamanya harus makanannya itu blend hanya rebus-rebusan, kemudian tanpa lemak, tanpa minyak sama sekali," tambahnya.

Meski demikian, Juwalita mengingatkan agar konsumsi makanan yang seluruhnya dimasak dengan metode deep fried atau digoreng menggunakan banyak minyak tidak menjadi pilihan utama.

Perhatikan Pola Makan dan Gaya Hidup

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi lulusan Universitas Andalas, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA, menambahkan bahwa pola hidup sehat juga perlu dimulai dengan memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

"Kita perlu memperhatikan apa yang kita makan dan minum. Rendah gula, rendah lemak, rendah garam. Apalagi di usia 30-an, jangan samakan dengan anak-anak yang lebih muda," kata Bobby.

Menurut Bobby, menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada pola makan. Individu juga perlu menghirup udara yang bersih dengan menghindari paparan polusi udara, asap rokok, dan vape.

Selain itu, olahraga secara rutin serta menerapkan gaya hidup aktif, seperti berjalan kaki atau melakukan olahraga kardio, juga penting. Menjaga jam tidur dan mengelola stres turut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh.

Bobby mengatakan bahwa berbagai faktor tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan secara umum, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan mencegah obesitas atau kegemukan.

"Kalau ada kegemukan itu pada umumnya terjadi ketika faktor-faktor itu tidak seimbang, akhirnya kita menjadi gemuk dan gemuk itulah yang nanti berdistribusi menyebabkan penyakit jantung," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya