Liputan6.com, Jakarta - Gejala gangguan pencernaan, seperti diare, perut kembung, dan sakit perut, sering dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius, terutama jika berlangsung lama atau muncul berulang kali.
Sejumlah ahli kesehatan pencernaan mengingatkan bahwa ada lima gejala yang tidak boleh diabaikan, mulai dari darah saat buang air besar hingga keluhan yang mengganggu tidur pada malam hari, seperti dikutip Channel News Asia pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Advertisement
1. Darah Saat Buang Air Besar
Darah pada tinja kerap dianggap sebagai akibat wasir. Namun, perdarahan juga bisa menjadi tanda penyakit lain, seperti kanker kolorektal, penyakit Crohn, dan divertikulitis.
Profesor kedokteran di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, Dr. Cathy Eng, menjelaskan, tampilan darah saja tidak selalu cukup untuk mengetahui penyebab perdarahan.
Tinja berwarna hitam, menyerupai aspal, atau merah marun gelap juga bisa menandakan perdarahan di lambung atau saluran pencernaan bagian atas.
Karena itu, darah saat buang air besar perlu diperiksakan ke dokter, meskipun jumlahnya sedikit.
2. Perubahan Pola Buang Air Besar
Perubahan bentuk, frekuensi, atau konsistensi tinja juga perlu diwaspadai. Contohnya, sembelit yang baru muncul, diare, atau tinja yang menjadi lebih tipis.
Ahli gastroenterologi di Mass General Brigham, Boston, Dr. Andrew Chan, menyarankan agar perubahan tersebut dikonsultasikan kepada dokter, terutama jika tidak diketahui penyebabnya.
Perubahan pola makan, penggunaan obat-obatan, dan stres memang dapat memengaruhi buang air besar. Namun, perubahan yang menetap juga bisa berkaitan dengan masalah kesehatan yang lebih serius.
Salah satunya adalah tumor di usus besar yang dapat menyebabkan sembelit atau perubahan bentuk tinja.
3. Diare Berkepanjangan
Diare yang berlangsung lebih dari lima hingga tujuh hari sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai sakit perut, kram, atau perubahan nafsu makan.
Menurut Eng, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian tenaga kesehatan.
Diare berkepanjangan dapat disebabkan oleh infeksi usus, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, atau penyakit celiac. Dalam beberapa kasus, kanker kolorektal juga dapat menyebabkan diare yang menetap.
Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.
4. Kesulitan Menelan
Kesulitan menelan atau sensasi makanan tersangkut di tenggorokan yang terjadi berulang kali juga perlu diwaspadai.
Ahli gastroenterologi sekaligus profesor kedokteran di Wake Forest University School of Medicine, Dr. Baha Moshiree, menjelaskan, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan saraf atau otot, termasuk penyakit Parkinson dan sklerosis multipel.
Selain itu, kanker tenggorokan atau kerongkongan dapat menyebabkan penyumbatan sehingga makanan sulit melewati saluran tersebut.
Jika kesulitan menelan sering terjadi, segera konsultasikan kepada dokter.
5. Gejala yang Membangunkan Tidur pada Malam Hari
Diare, nyeri perut, kram, atau mual yang sampai membangunkan seseorang dari tidur juga perlu diwaspadai.
Menurut Moshiree, gejala tersebut dapat berkaitan dengan kondisi serius, seperti penyakit Crohn dan kanker kolorektal. Infeksi saluran pencernaan atau keracunan makanan juga bisa menjadi penyebabnya.
Selain itu, keringat malam yang sering terjadi tanpa penyebab jelas dan penurunan berat badan lebih dari 10 persen tanpa disengaja perlu dikonsultasikan kepada dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejala gangguan pencernaan berlangsung lama atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Jangan menunda pemeriksaan jika keluhan disertai perdarahan, kesulitan menelan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Dokter layanan primer dapat menjadi langkah awal untuk pemeriksaan. Jika diperlukan, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis gastroenterologi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.