Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan seblum muncul gejala penyakit. Pemeriksaan kesehatan lewat Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan upaya untuk mendeteksi dini masalah kesehatan sebelum muncul gejala.
Lewat CKG seseorang diperiksa tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh penting untuk mendeteksi risiko penyakit seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal.
Advertisement
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga orang tetap sehat, sebelum mereka sakit,” kata Budi usai memantau CKG untuk Wartawan Senior pada Senin (26/10/2026) di Kantor Kemenkes Jakarta.
Bila memang hasil pemeriksaan menunjukkan ada gangguan kesehatan lalu diberi obat maka harus teratur mengonsumsinya. Jangan menghentikan konsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Selain rutin memeriksakan kesehatan, Budi juga imbau masyarakat perlu menjaga pola makan, tidur cukup, dan berolahraga secara teratur.
Pada kesempatan itu, 175 wartawan senior terdaftar sebagai peserta CKG. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, skrining risiko tuberkulosis (TB) dan hepatitis, deteksi awal penyakit jantung, serta pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks. Peserta juga mendapatkan konsultasi dokter secara gratis.
Hadir juga Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental jurnalis yang menghadapi tekanan pekerjaan dan situasi peliputan berat. Ia mendorong perusahaan media menyediakan ruang pemulihan bagi jurnalis serta mengajak pekerja media mengenali batas kemampuan diri.
"Perusahaan media perlu memberikan ruang pemulihan bagi jurnalis usai meliput tugas berat, perlu mengenali batas kemampuan diri dan mengambil jeda ketika merasa kewalahan dan ingat aktivitas fisik dan olahraga juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental," ujar Meutya.
Ketua SWSI Wahyu Muryadi mengatakan, hasil pemeriksaan menemukan sejumlah peserta mengalami tekanan darah tinggi. Salah satu peserta memiliki tekanan darah hingga 217/145 mmHg dan dirujuk ke rumah sakit. Sejumlah peserta juga diketahui mengalami katarak dan direncanakan mendapat tindak lanjut melalui pemeriksaan mata.
Peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan diarahkan ke Puskesmas atau rumah sakit dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan.