Liputan6.com, Jakarta - Pestisida digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman dan berbagai lingkungan. Namun, bahan kimia ini juga dapat berdampak pada kesehatan manusia apabila masuk ke dalam tubuh melalui makanan, udara, maupun kontak langsung dengan kulit.
Lalu, bagaimana gejala jika terpapar pestisida?
Advertisement
Menurut Pesticide Action Network UK yang dikutip pada Jumat (30/10/2026), paparan pestisida dapat terjadi pada berbagai aktivitas sehari-hari.
Petani dan pekerja pertanian, misalnya, berisiko terpapar ketika menyemprot tanaman atau menangani hasil panen dan tempat penyimpanan biji-bijian. Risiko serupa juga dapat dialami warga yang tinggal di sekitar lahan pertanian akibat terbawanya semprotan pestisida oleh angin.
Di luar sektor pertanian, paparan bisa terjadi saat pestisida digunakan untuk mengendalikan hama di rumah dan taman, menyemprot taman umum, atau merawat hewan ternak. Selain itu, residu pestisida yang tertinggal maupun di dalam makanan juga menjadi salah satu jalur paparan.
Gejala Keracunan Pestisida Akut hingga Berat
Keracunan akut terjadi ketika seseorang terpapar pestisida dalam satu kejadian, baik melalui tertelan, terhirup, maupun kontak dengan kulit. Gejalanya dapat muncul segera atau dalam waktu 48 jam setelah paparan.
Mengutip Cornell University, tanda awal yang perlu diwaspadai antara lain:
- Sakit kepala.
- Pusing.
- Kelelahan.
- Tubuh lemas.
- Berkeringat.
- Mual.
- Diare.
- Kehilangan nafsu makan.
- Iritasi pada mata, kulit, hidung, dan tenggorokan.
Pada tingkat paparan yang lebih berat, gejala dapat berkembang menjadi kram perut, produksi air liur berlebihan, tubuh gemetar, kedutan otot, gangguan koordinasi, kebingungan, penglihatan kabur, serta kesulitan bernapas.
Sementara itu, keracunan berat dapat ditandai dengan muntah, kejang, kedutan otot yang tidak terkendali, pupil mata mengecil, penurunan kesadaran, hingga kegagalan bernapas. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
Dampak Paparan Pestisida Jangka Panjang
Selain efek yang muncul dalam waktu singkat, paparan pestisida berulang atau terus-menerus dalam dosis rendah juga dapat menimbulkan dampak kesehatan. Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi dapat berkembang seiring waktu.
Paparan jangka panjang dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit Parkinson, asma, depresi, kecemasan, serta gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).
Beberapa jenis kanker, seperti leukemia dan limfoma non-Hodgkin, juga disebut memiliki kaitan dengan paparan pestisida.
Jika seseorang diduga mengalami keracunan pestisida, segera jauhkan orang tersebut dari sumber paparan. Lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan bersihkan bahan kimia yang mengenai kulit dengan air.
Segera cari pertolongan medis, terutama jika muncul gejala berat seperti kesulitan bernapas, kejang, atau penurunan kesadaran. Dengan mengenali jalur paparan dan gejalanya, risiko keracunan pestisida dapat lebih cepat diidentifikasi sehingga penanganan medis tidak terlambat.