Latihan Kekuatan dan Keseimbangan Bantu Lansia Tetap Mandiri

Setiap lansia memiliki kondisi dan kebutuhan gerak yang berbeda maka latihan perlu disesuaikan.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 05 November 2026, 10:00 WIB
Lansia latihan kekuatan dan keseimbangan di Physiorehab Muara Karang Jakarta Utara.

Liputan6.com, Jakarta - Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk bergerak mengalami perubahan. Nyeri sendi, kekakuan otot, hingga gangguan keseimbangan bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih sulit bagi lanjut usia (lansia).

Latihan kekuatan dan keseimbangan yang dilakukan secara rutin dapat membantu lansia menjaga kemampuan bergerak dan kemandirian. Fisioterapi menjadi salah satu pilihan untuk mendukung latihan tersebut, dengan program yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien seperti disampaikan fisioterapis Simon Tri Prasetyo.

“Setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan gerak yang berbeda. Karena itu, fisioterapi dimulai dari memahami kondisi pasien, dilanjutkan dengan latihan yang sesuai dan pemantauan perkembangan secara berkala,” kata Simon saat opening Physiorehab Muara Karang Jakarta Utara. 

“Bagi lansia, latihan kekuatan dan keseimbangan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kemandirian dalam aktivitas sehari-hari,” lanjut sosok yang juga founder sekaligus Chief Physiotherapist Physiorehab ini.

Fisioterapi untuk Mengurangi Nyeri Otot hingga Tingkatkan Fungsi Gerak

Simon mengatakan fisioterapi berperan dalam membantu mengurangi nyeri, menjaga kekuatan otot, serta meningkatkan fungsi gerak agar pasien dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Pendekatan fisioterapi juga dapat mendukung penanganan berbagai kondisi pada orang lanjut usia. Termasuk osteoarthritis atau pengapuran sendi, frozen shoulder, serta pemulihan setelah stroke maupun operasi penggantian sendi lutut dan pinggul.

Simon juga menegaskan dalam fisioterapi harus menggunakan pendekatan evidence-based yang memadukan terapi manual, latihan terapeutik, dan teknologi pendukung sesuai kebutuhan setiap pasien.

Upaya menjaga kemandirian lansia juga menjadi salah satu fokus layanan fisioterapi di Physiorehab, yang baru membuka cabang ke-14 di Muara Karang, Jakarta Utara. Klinik  seluas 555 meter persegi ini dilengkapi 18 bed perawatan, rehabilitation gym serta Super Inductive System (SIS). Apa itu SIS? SIS adalah teknologi terapi berbasis medan elektromagnetik berintensitas tinggi untuk membantu meredakan nyeri dan menstimulasi otot sebagai bagian dari proses rehabilitasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya