Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, mengungkapkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang diinisiasi kementerian tersebut telah membantu 1,8 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS).
"Alhamdulillah, laporan dari teman sekalian yang sudah dibantu tahun ini ada 1,3 juta KRS. Bapak ibu sekalian termasuk OTA atau Orang Tua Asuh. Ada 182 ribu Orang Tua Asuh, kalau dinominalkan kira-kira uangnya sekitar Rp 96 miliar," kata Wihaji dalam GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta pada Kamis (5/11/2026).
Advertisement
Program yang dimulai sejak Desember 2024 ini mengandalkan semangat gotong royong untuk mencegah stunting dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, perusahaan, badan usaha milik negara (BUMN), hingga media.
Wihaji mengatakan, GENTING menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pemenuhan pencegahan stunting yang belum sepenuhnya bisa dijangkau melalui program pemerintah. Menurutnya, ada kebutuhan masyarakat yang harus segera ditangani, tetapi terkadang terkendala berbagai proses birokrasi dan persyaratan administratif.
"Saya pernah menjadi bupati, terkadang untuk bantu program prioritas itu sulit dikerjakan dengan berbagai sistem birokrasi. Maka dari itu, GENTING ini adalah salah satu jawaban untuk membantu program-program prioritas yang belum bisa di cover oleh pemerintah maupun negara," tutur pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Batang, Jawa Tengah itu.
Wihaji mengatkaan bantuan melalui GENTING tidak disalurkan lewat Kemendukbangga. Kementerian yang dipimpinnya menyediakan data keluarga yang membutuhkan, sedangkan para orang tua asuh dan mitra dapat menyalurkan bantuan secara langsung.
"Selama ini bantuan tidak lewat kementerian. Kita hanya beri data, silakan disalurkan," kata Wihaji.
"Ini ikhtiar, supaya tidak terjadi stunting," tuturnya lagi.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa upaya penurunan stunting masih perlu diperkuat untuk mencapai target prevalensi sebesar 14 persen pada 2029.
Jenis Bantuan Bukan Hanya Nutrisi
Wihaji menuturkan bentuk bantuan yang diberikan pada program GENTING tidak terbatas pada pemenuhan asupan nutrisi. Setiap keluarga dan wilayah bisa berbeda, mulai dari perbaikan rumah hingga penyediaan akses air bersih.
Wihaji mencontohkan, kebutuhan air bersih yang juga berkaitan dengan kesehatan menjadi salah satu perhatian di sejumlah wilayah Papua. Untuk itu, dilakukan kerja sama dengan TNI dan Polri dalam membantu pemenuhan kebutuhan tersebut.
Selain itu, bantuan nutrisi juga diberikan kepada masyarakat di daerah yang belum terjangkau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wihaji mencontohkan kerja sama dengan dan sejumlah bank dan perusahaan lain.
Dari data yang dipaparkan Wihaji berikut rincian bantuan yang diberikan kepada penerima program GENTING dengan nominal total Rp 96 miliar:
- Nutrisi: Rp 44,4 miliar
- Rumah layak huni: Rp 30,9 miliar
- Jamban sehat: Rp 7,7 miliar
- Air bersih : Rp 5,4 miliar
- Pemberdayaan ekonomi: Rp 4,5 miliar
- Edukasi: Rp 3,1 miliar
Di kesempatan itu, Wihaji turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam program GENTING. Ia menyebut keterlibatan korporasi, BUMN, BUMD, dan media menjadi bagian penting dari gerakan gotong royong untuk membantu keluarga berisiko stunting.
Pemberian penghargaan kepada para mitra tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk penghormatan atas kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
"Tadi ada beberapa penghargaan, itu bagian dari rasa hormat kita kepada yang memang serius (membantu mencegah stunting) ada yang korporasi, ada yang BUMN, BUMD, media," katanya.