Berat Badan Turun Cepat Belum Tentu Lemak Berkurang

Program menurunkan berat badan berarti berkaitan dengan proses metabolisme tubuh. Ini hal-hal yang harus diperhatikan, bukan sekadar memangkas makan.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 05 November 2026, 19:00 WIB
dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan proses di balik metabolisme tubuh yang membuat seseorang bisa menurunkan berat badan dengan mudah, namun dapat naik kembali. (Liputan6.com/Kanaya Nanda Putri)

Liputan6.com, Jakarta - Bicara soal berat badan berlebih hingga obesitas, sebagian orang mungkin berhasil menurunkan beberapa kilogram dalam waktu singkat melalui program diet, tetapi berat badan juga mudah kembali meningkat. Sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh?

Dijelaskan oleh dokter spesialis gizi klinik, Christopher Andrian, kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai proses di dalam tubuh, termasuk perubahan metabolisme dan hormon yang mengatur rasa lapar serta kenyang.

Pada orang dengan obesitas, kelebihan jaringan lemak dapat berkaitan dengan peningkatan peradangan atau inflamasi. Kondisi ini dapat mengganggu kerja sejumlah hormon yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan metabolisme tubuh.

“Ketika seorang itu gemuk, obesitas, yang berlebih itu lemak, kelebihan lemak. Lemak yang tinggi meningkatkan faktor inflamasi atau peradangan,” kata Christopher dalam acara talkshow oleh Novo Indonesia pada Kamis (5/11/2026), di Jakarta.

Ketika peradangan meningkat, sinyal kenyang tidak bekerja secara optimal. Seseorang mungkin tetap ingin makan meskipun sebenarnya sudah mengonsumsi cukup banyak makanan. Akibatnya, kondisi tersebut dapat membuat asupan kalori menjadi lebih besar.

“Jadi ketika hormon itu tidak bisa bekerja secara maksimal, hormon yang memengaruhi rasa kenyang juga akan terganggu. Kadang-kadang, orang dengan obesitas, ada lemaknya, ketika makan, nggak tahu level kenyang udah tercapai belum, sehingga pingin ngemil atau makan lagi,” tambahnya.

Diet Ekstrem Tak Selalu Mengurangi Lemak

Christopher juga menyoroti tentang pembatasan makan secara berlebihan, seperti tidak makan atau berpuasa, hanya mengonsumsi jus buah selama beberapa hari, atau menerapkan pola makan sangat rendah kalori.

Menurutnya, hal tersebut justru bukan cara yang tepat untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang. Berat badan memang bisa turun dengan cepat pada awal diet. Namun, penurunan tersebut tidak selalu menunjukkan berkurangnya lemak tubuh.

Berat badan terdiri dari beberapa komponen yang diperhatikan, termasuk lemak, otot, dan air. Pada tahap awal pembatasan asupan, menurut Christopher, penurunan berat badan dapat banyak berasal dari berkurangnya cairan tubuh.

“Kalori intake mungkin dia kecil banget ya. Berat badan seminggu pertama mungkin akan turun cepat. Tapi, diperhatikan yang turun itu apa? Kan komponen berat badan ada lemak, otot, air. Kalau turun cepat di minggu awal, yang paling sering hilang adalah air, otot tetap tinggi,” jelasnya.

Sementara jika asupan protein tidak tercukupi, tubuh juga dapat menggunakan cadangan protein, termasuk yang ada pada otot. Akhirnya, berkurangnya massa otot dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan berat badan.

Ketika seseorang kembali ke pola makan sebelumnya setelah menjalani diet ketat, berat badan berisiko meningkat kembali. Karena itu, Christopher mengingatkan agar seseorang tidak memangkas asupan kalori secara ekstrem.

“Intake kalori harus lebih kecil daripada kalori yang kita bakar. Tapi bukan berarti kita cutting-nya sekecil-kecilnya. Komposisi makanan sangat berpengaruh di sini,” tegasnya.

Empat Hal Krusial yang Perlu Diperhatikan

Sebagai tambahan, Christopher menekankan bahwa penurunan berat badan yang berkelanjutan perlu memperhatikan empat aspek, yakni nutrisi, aktivitas fisik (exercise), pengelolaan stres, dan tidur yang cukup.

Komposisi makanan tetap perlu diperhatikan, termasuk asupan seimbang karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Aktivitas fisik juga penting untuk mendukung kesehatan tubuh, sementara stres dan kurang tidur dapat memengaruhi hormon serta nafsu makan.

“Empat pilar ini kita selalu kaitkan erat. Kalau mau turun berat badannya, kita nggak cuma kurangin makan doang jadi sehari sekali. Kita harus lihat empat hal ini berjalan bersama, karena kita mau turun untuk jangka panjang,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya