Shireen Sungkar Cerita Tanda Awal Autisme pada Putri Bungsu

Shireen Sungkar cerita perkembangan putri bungsu normal hingga usia dua tahun, perubahan terjadi sesudahnya.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 19:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan selebritis, Shireen Sungkar dan suami, Teuku Wisnu, baru-baru ini mengungkapkan kepada publik bahwa putri bungsu mereka, Cut Shafiyyah Mecca Al Fatih (8), menyandang autisme. Diagnosis tersebut tegak saat Shafiyyah berusia tiga tahun.

Shireen bercerita, pada usia nol hingga dua tahun, perkembangan sang putri tampak seperti anak-anak pada umumnya. Meski mengalami keterlambatan bicara (speech delay), Shafiyyah masih memiliki kosakata, senang bermain dengan kakak-kakaknya, dan perkembangan motoriknya pun baik.

Namun, ketika melewati usia dua tahun, Shireen mulai melihat perubahan yang cukup signifikan.

"Waktu umur dua tahun itu paling kelihatan, mulai mundur kosa kata, kontak mata hilang kayak ke mana-mana gitu. Jujur, sebagai ibu broken heart banget, kok berubah banget," kata Shireen dalam tayangan YouTube The Sungkars, dikutip Rabu (1/7/2026).

Saat itu, pandemi COVID-19 masih parah sehingga Shireen dan Wisnu menunda membawa putrinya ke dokter tumbuh kembang. Pemeriksaan skrining baru dilakukan ketika Shafiyyah berusia 2 tahun 8 bulan.

"Lalu, saat umur tiga tahun keluar diagnosis kalau Shafiyyah itu ada autisme," tuturnya.

 

Shireen Sungkar Sempat Menyalahkan Diri Sendiri

Mendengar diagnosis tersebut, Shireen mengaku sempat terpukul. Sebagai seorang ibu, ia diliputi rasa bersalah dan terus mempertanyakan penyebab kondisi yang dialami putrinya.

"Aku sempat nyalahin diri sendiri. Aku salah makan apa ya pas hamil? Apa aku stres pas hamil? Apa aku salah didik? Aku nyalahin banyak banget," kenangnya.

"Ya itu manusia ya, menyalahkan keadaan daripada bersyukur."

Dalam proses menerima kondisi sang putri, Shireen merasa dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat sangat berarti. Selain memiliki support system, ia juga mengaku memperoleh ketenangan setelah berbincang dengan seorang ustaz.

"Aku bicara sama ustaz, 'Gimana ya, Ustaz, supaya saya tuh nerima, saya mau berjuang gitu. Terus enggak sedih melihat anak-anak seumuran Shafiyyah sudah bisa bicara, seumurannya bisa main,'" kata Shireen.

Dari percakapan tersebut, Shireen mendapat nasihat yang membuatnya memandang kondisi putrinya dari sudut pandang yang berbeda.

"Tapi Masya Allah ustaz waktu itu bilang, 'Kita manusia itu cuma bisa berencana. Allah yang kasih takdir. Kamu dikasih surga di depan mata, kenapa kamu harus pusing sama masa depan anak ketika Allah itu sudah menakdirkan anaknya?'" ujar Shireen.        

 

Â