Liputan6.com, Jakarta - Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang mengancam tumbuh kembang anak di Indonesia. Data menunjukkan sekitar 19,8 persen atau satu dari lima anak Indonesia masih mengalami stunting. Kondisi ini masih menjadi tantangan besar, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencatat prevalensi stunting sebesar 37 persen, tertinggi kelima di Indonesia.
Selama ini banyak orang tua mengira stunting hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan. Padahal, ada faktor penting yang sering luput dari perhatian, yaitu rendahnya pemahaman mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), keterlambatan mendeteksi gangguan pertumbuhan, serta kurangnya pengetahuan mengenai intervensi gizi yang tepat bagi anak berisiko stunting.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes., mengatakan stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Advertisement
"Sebagai provinsi dengan tantangan geografis dan sosial-ekonomi yang unik, NTT masih mencatat angka prevalensi stunting yang tinggi. Karena itu, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor," ujar Iien.
Menurutnya, rendahnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya 1.000 HPK menjadi salah satu penyebab tingginya risiko stunting di NTT.
Selain itu, masih banyak keluarga yang belum mengetahui kapan anak memerlukan penanganan medis maupun intervensi nutrisi khusus agar gagal tumbuh tidak berkembang menjadi stunting.
Iien menjelaskan bahwa anak yang berisiko mengalami pre-stunting dapat memerlukan intervensi gizi menggunakan Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK) dan Pangan Diet Khusus (PDK) sesuai anjuran tenaga kesehatan.
"PKMK dan PDK bukan sekadar susu formula biasa, tetapi pangan yang diformulasikan secara khusus di bawah pengawasan medis untuk membantu mencegah dan mengatasi malanutrisi energi, protein, dan kalori pada anak yang berisiko tinggi mengalami stunting,"Â tambahnya.
Â
Deteksi Dini Cegah Stunting
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4571190/original/028795900_1694427549-christian-bowen-I0ItPtIsVEE-unsplash.jpg)
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak dr. Diana Nubatonis, Sp.A, menekankan, deteksi dini menjadi langkah penting yang masih sering terlewat.
Menurutnya, stunting tidak hanya menyebabkan anak bertubuh pendek, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa.
"Orang tua perlu rutin memantau tinggi dan berat badan anak serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tumbuh kembang anak sesuai usianya. Deteksi sejak dini menjadi kunci agar permasalahan gizi dapat segera ditangani sebelum terlambat," kata Diana.
Dia, menambahkan, edukasi kepada orang tua merupakan bagian penting dalam pencegahan stunting. Dengan memahami tanda-tanda awal gangguan pertumbuhan, keluarga dapat segera mengambil langkah yang tepat sebelum kondisi anak semakin memburuk.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Festival Sehat Ceria si Kecil yang digelar K-24 Group bersama PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) di Aula El Tari, Kota Kupang, pada 23 Juli 2026, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Founder dan CEO Apotek K-24, dr. Gideon Hartono, mengatakan, penurunan angka stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Melalui edukasi, skrining, serta peningkatan pemahaman mengenai gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang, dan deteksi dini, diharapkan semakin banyak orang tua mampu mencegah risiko stunting sehingga anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309020/original/020803400_1785215556-Penelusuran_cek_fakta__klaim_pendaftaran_e-toll_gratis_dari_Jasa_Marga_adalah_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308884/original/022176700_1785207726-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-28T100127.665.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4672463/original/025257300_1701592796-reynardo-etenia-wongso-EHmoH8aCQqU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8680064/original/080179400_1782728358-Ilustrasi_Anak_Stunting.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460912/original/047178900_1767326454-anak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7999958/original/034868800_1780838628-Dokter_Spesialis_Anak_Konsultan_Tumbuh_Kembang__Prof._DR._dr._Rini_Sekartini__Sp.A__K_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102885/original/015198300_1737448573-1737446560468_arti-stunting.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566556/original/011876300_1777194211-e1df24d5-3a13-4353-942b-701218a448b1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2958532/original/091775500_1572936570-miskin1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460388/original/035242000_1767248526-Jepretan_Layar_2025-12-30_pukul_13.19.25.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558207/original/049868000_1776409571-balai_desa_6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556349/original/021899900_1776242021-Ketua_Dewan_Pembina_Indonesia_Health_Development_Center__IHDC___Prof._Dr._dr._Nila_Djuwita_F._Moeloek__SpM_K_.jpg.jpeg)