Hamil dengan Program Bayi Tabung, Persalinan Tak Harus Caesar

Dokter menilai kondisi ibu dan janin untuk menentukan cara persalinan yang aman.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kehamilan melalui program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) tidak selalu harus melahirkan melalui operasi caesar (sectio caesarea). Cara persalinan tetap ditentukan berdasarkan kondisi kehamilan atau indikasi obstetri.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas dari IVF Center Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG Subsp FER menjelaskan, pasien yang hamil melalui program bayi tabung tetap memiliki peluang untuk melahirkan secara alami (pervaginam). 

Persalinan melalui operasi caesar dapat dilakukan apabila terdapat indikasi obstetri, misalnya posisi bayi sungsang atau kondisi tertentu yang membuat persalinan normal tidak memungkinkan atau berisiko bagi ibu maupun bayi.

“Indikasinya apakah normal atau seksio, itu indikasi obstetri. Artinya sesuai dengan kondisi kehamilan. Kalau bayinya besar, atau sungsang itu seksio (operasi caesar)," tutur sosok yang karib disapa Iko dalam temu media bersama RS Pondok Indah IVF Centre pada Kamis (27/8/2026).

"Banyak pasien-pasien bayi tabung yang melahirkan normal. Enggak ada masalah,” lanjut Iko.

Salah satu pasangan yang memiliki buah hati melalui program bayi tabung di RS Pondok Indah IVF Centre, Allyssa Hawadi dan Candi Soeleman, juga membagikan pengalamannya. Allyssa mengatakan dirinya dapat menjalani persalinan secara normal setelah berhasil hamil melalui program bayi tabung.

“Kan banyak tuh yang tanya, kalau bayi tabung bukannya melahirkan secara caesar? Aku melahirkan secara normal saat usia kehamilan nyaris 40 minggu. Berat bayi saat lahir 3,3 kg,” kata Allyssa.

Pasangan yang dikaruniai anak pada tahun ke-10 pernikahan ini mengatakan, buah hatinya kini telah berusia 14 bulan dan tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.

 

 

 

 

 

 

Apa Itu Program Bayi Tabung?

Bayi tabung merupakan suatu teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology atau ART) yang bertujuan untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan serta sebagai salah satu penanganan infertilitas.

Tindakan yang juga dikenal sebagai in vitro fertilization (IVF) ini dilakukan dalam 5 tahapan yang kompleks dengan tujuan untuk memaksimalkan sel telur juga sel sperma pada calon ayah, agar peluang terjadinya pembuahan, bahkan kehamilan, lebih besar.

Perlu diketahui bahwa, dalam pelaksanaan prosedur bayi tabung, pembuahan akan dilakukan di luar tubuh wanita. Sebelum proses pembuahan, dokter akan melakukan proses pengambilan sel telur, yang melibatkan stimulasi hormonal dan prosedur klinis.

Pembuahan sel telur akan dilakukan dalam wadah khusus di laboratorium, baik dengan teknik konvensional maupun ICSI (intracytoplasmic sperm injection). Setelah terjadi pembuahan baru calon janin ditanam kembali ke dalam rahim, melalui prosedur transfer embrio.

"Ini adalah upaya manusia. Kita hanya membantu sedikit sekali, sementara yang mengendalikan tetap Allah,” tutur Iko.