Urutan Lahir Ternyata Bisa Pengaruhi Cara Seseorang Menjalin Hubungan

Urutan lahir ternyata bisa memengaruhi cara seseorang membangun dan menjalani hubungan.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Urutan lahir dalam keluarga ternyata dapat berkaitan dengan cara seseorang membangun hubungan dengan orang lain. Anak sulung, anak tengah, anak bungsu, maupun anak tunggal memiliki pengalaman berbeda dalam keluarga yang dapat membentuk pola perilaku dan keterikatan mereka.

Melansir YourTango (26/8/2025), psikolog klinis Kristin Davin menjelaskan bahwa urutan kelahiran dapat memengaruhi hubungan seseorang, baik dengan saudara maupun orang-orang di sekitarnya.

Namun, karakteristik tersebut bukan gambaran mutlak. Setiap anak memiliki kepribadian dan pengalaman keluarga yang berbeda.

Anak Pertama

Davin mengawali pembahasannya dengan anak sulung. Menurut penulis The Birth Order Book: Why You Are the Way You Are, Kevin Leman, PhD, anak pertama sering menjadikan perilaku orang tua sebagai contoh.

Anak sulung dinilai cenderung senang mengambil kendali dan memiliki rasa percaya diri. Perhatian besar yang biasanya diberikan orang tua kepada anak pertama juga dapat mendorong mereka untuk meraih sesuatu atau mencapai prestasi.

Namun, kondisi tersebut disebut dapat membuat anak sulung lebih mudah berkembang menjadi pribadi yang perfeksionis dan kesulitan mengakui kesalahan.

Mengutip Cosmopolitan, dalam hubungan romantis, kecenderungan tersebut dapat membuat anak sulung lebih suka mengambil peran sebagai perencana.

“Hal ini bisa membantu dalam hubungan karena rencana dapat mudah dibuat dan soal kencan jadi lebih sederhana. Namun, hal tersebut dapat menimbulkan masalah jika mereka terbiasa selalu memegang kendali,” ujar pakar seks dan hubungan, Dr Caroline West.

West menambahkan, anak sulung juga dapat merasa tertekan atau dimanfaatkan jika seluruh urusan dalam hubungan selalu dibebankan kepada mereka.

Anak Tengah

Anak tengah disebut cenderung mencari peran yang berbeda dari kakaknya. Mereka dapat tumbuh menjadi sosok yang lebih mudah berkompromi, santai, dan pandai bernegosiasi.

Mereka juga disebut cenderung lebih mandiri dan mampu menghadapi kekecewaan. Di sisi lain, anak tengah terkadang dapat merasa terasing atau kurang mendapatkan perhatian dibandingkan saudara lainnya.

Anak Bungsu

Sementara itu, anak bungsu dianggap lebih banyak mendapatkan perlakuan yang lembut dan longgar dari orang tua.

Kondisi ini dapat membuat mereka menjadi pribadi yang lebih santai, penuh kasih sayang, mudah bergaul, dan senang menghibur orang lain, termasuk ketika menjalin hubungan asmara.

Meski begitu, anak bungsu juga disebut berpotensi menjadi lebih pemberontak, manja, atau manipulatif.

Anak Tunggal

Adapun anak tunggal memiliki pola yang berbeda karena tidak tumbuh bersama saudara kandung.

Mereka disebut cenderung mampu menghibur diri sendiri, kreatif, percaya diri, dan memperhatikan detail. Akan tetapi, mereka juga bisa kesulitan menghadapi situasi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan.

Davin kemudian menekankan bahwa hubungan antarsaudara dapat terus berubah sepanjang kehidupan.

Banyak faktor lain yang turut memengaruhinya, seperti jarak usia, jumlah saudara, jenis kelamin, kepribadian, hingga pengalaman masing-masing anggota keluarga.

Jadi, urutan kelahiran lebih tepat dipandang sebagai salah satu faktor dalam dinamika keluarga, bukan penentu tunggal kepribadian atau kualitas hubungan seseorang.