Liputan6.com, Jakarta - Pasien dengan polyendocrine metabolic ovarian syndrome (PMOS) -- dulu disebut polycystic ovary syndrome (PCOS)-- memang kerap datang ke dokter dengan keluhan sulit hamil. Namun, kondisi tersebut bukan berarti perempuan yang didiagnosis PMOS tidak bisa hamil atau memiliki anak.
“Pasien dengan PMOS itu juga memang secara fakta datang ke dokter dengan keluhan masalah infertilitas (gangguan kesuburan). Tapi apakah PMOS sulit hamil? Ada benarnya, tapi kalau disebut tidak bisa hamil itu salah ya,” kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi, Gita Pratama.
Dokter yang praktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah ini mengatakan kesulitan hamil pada pasien PMOS sangat bergantung pada tingkat keparahan kondisi.
Advertisement
Pada PMOS dengan gejala ringan, misalnya siklus menstruasi masih teratur setiap bulan, maka peluang kehamilan tetap ada. Sebaliknya, pada gangguan menstruasi yang lebih berat misalnya 6-12 bulan sekali dengan dibantu obat, itu dapat membuat proses untuk mendapatkan kehamilan menjadi lebih sulit.
“Pasien PMOS yang ringan, haid teratur, normal tiap bulan, maka bisa dibilang akan mudah hamil,” jelasnya menjawab pertanyaan Liputan6.com.
Siklus menstruasi yang jarang menunjukkan bahwa proses ovulasi dapat terganggu. Kondisi tersebut membuat kesempatan untuk terjadinya kehamilan menjadi lebih jarang dibandingkan perempuan dengan siklus menstruasi yang teratur.
Kabar baiknya, lebih banyak pasien PMOS yang ringan ketimbang berat. "Untungnya yang ringan, yang berat atau mens sulit keluar sampai enam bulan itu enggak haid-haid itu jarang. Biasanya sedikit sih,” pungkasnya.
Mengenal PMOS, Dulu Disebut PCOS
PMOS adalah salah satu gangguan hormonal pada perempuan yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi. Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 10-15% perempuan usia reproduktif di dunia mengalami PMOS.
PMOS menekankan pentingnya aspek metabolik seperti resistensi insulin, peningkatan risiko diabetes tipe 2, hingga gangguan kesehatan jantung, penyakit kardiovaskular, gangguan pada kulit, hingga kondisi psikologis.
Penyebab PMOS belum diketahui pasti. Namun, faktor genetik berperan besar dalam menyebabkan PMOS. Hal ini kemudian diperparah juga oleh gaya hidup yang tidak sehat.
Resistensi insulin menjadi akar masalah pada sebagian besar kasus PMOS, terlepas dari berapapun berat badan pengidapnya. Kondisi ini memicu produksi insulin berlebih yang kemudian merangsang ovarium memproduksi hormon androgen secara berlebihan, sehingga mengganggu proses ovulasi dan siklus haid.
PMOS tidak dapat sepenuhnya dicegah karena adanya peran faktor genetik. Kabar baiknya, PMOS dapat dikelola dengan sangat baik melalui deteksi dini, penyesuaian gaya hidup, dan penanganan medis yang tepat.
"Penerapan gaya hidup sehat merupakan kunci utama dalam mengelola PMOS. Menurunkan 5-10 persen berat badan berlebih dalam kurun waktu 3-6 bulan terbukti efektif membantu mengatur kembali siklus haid dan menekan resistensi insulin," kata Gita.
Selain itu, terapkan pola makan seimbang (kaya serat, cukup protein, dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum), rutin berolahraga, cukup istirahat, dan mengelola stres dengan baik.
Terapi pengobatan disesuaikan dengan tujuan pasien. Jika pasien tidak merencanakan kehamilan, dokter dapat meresepkan pil KB kombinasi untuk mengatur siklus haid serta meredakan efek kelebihan hormon androgen (seperti jerawat dan rambut berlebih).
Jika pasien merencanakan kehamilan, tersedia terapi pengobatan kesuburan untuk merangsang ovulasi. Untuk mengatasi resistensi insulin, dokter dapat memberikan obat khusus guna membantu menurunkan kadar insulin dan gula darah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364021/original/072430000_1790928361-cek_fakta_-_aturan_pembelian_bbm_pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845745/original/091933300_1562319808-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363762/original/040487800_1790917791-Cek_Fakta_Wamenkeu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364038/original/078447300_1790929099-Dokter_gita_lagi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3297734/original/075840100_1605526562-asian-women-her-stomach-aches-hard-she-wakes-up-middle-night-while-she-sleeps_46139-678.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579628/original/036421400_1778058012-derius__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136593/original/091418700_1739866878-brian-patrick-tagalog-oLJSa1fUHTE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3551590/original/000918100_1629951582-rokok_pemuda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363840/original/092771800_1790922246-anak_demam_tinggi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363775/original/011955000_1790918889-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_11.43.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2389151/original/027497700_1540182155-rainier-ridao-1067999-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296829/original/098179900_1784027448-Kolom_Pakar_Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4478705/original/047486500_1687510826-alexander-dummer-Em8I8Z_DwA4-unsplash.jpg)