WNA Kontak Erat Hantavirus MV Hondius Masih Jalani Isolasi di RS Jakarta

WNA kontak erat dengan salah satu pasien positif hantavirus di MV Hondius masih menjalani isolasi di RSPI Sulianti Saroso Jakarta. Kondisi kesehatannya dipantau

Diterbitkan 13 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan warga negara asing (WNA) berdomisili Jakarta Pusat yang kontak erat dangan kasus hantavirus di MV Hondius masih menjalani isolasi. WNA laki-laki 60 tahun itu menjalani isolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta.

Budi menuturkan berdasarkan pemeriksaan kesehatan komprehensif pria tersebut sudah keluar dengan hasil negatif hantavirus. Meski begitu, isolasi tetap dilakukan hingga masa inkubasi virus hanta selesai.

"Sampai sekarang kita masih minta dia stay dulu, diisolasi supaya dalam masa inkubasi kita mau lihat apakah benar-benar bersih apa enggak," tutur Budi saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.

Pelacakan kontak erat dilakukan pemerintah Indonesia usai Kementerian Kesehatan mendapatkan notifikasi dari International health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) Inggris pada 7 Mei 2026 malam bahwa ada satu WNA yang berdomisili di Jakarta naik MV Hondius. WNA tersebut juga kontak erat dengan salah satu pasien positif hantavirus MV Hondius

Lalu, pada tanggal 8 Mei 2026 Kemenkes melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap WNA tersebut. Pada awal, WNA tersebut tidak menunjukkan gejala sakit tertentu. Kemudian pada 9 Mei 2026, WNA itu dijemput untuk dibawa ke RSPI Sulianti Saroso untuk diperiksa dan pemantauan.

RSPI Sulianti Saroso dipilih menjadi tempat pemeriksaan kesehatan dan isolasi pada WNA tersebut lantaran rumah sakit khusus infeksi.

Pengecekan Kesehatan Ulang 2 Minggu Lagi

WNA yang bekerja di sebuah perusahaan swasta asing di Indonesia itu akan kembali menjalan pengecekan kesehatan. Tujuannya untuk memastikan bebas dari hantavirus atau tidak.

"Kita akan cek dua minggu dari kemarin ya," kata Plt Direktur Penanggulangan Kesehatan dokter Andi Saguni di kesempatan yang sama.

Andi juga memaparkan bahwa WNA tersebut saat tiba di Indonesia sudah memahami risiko dari hantavirus sehingga ia menjalankan isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Selain itu, ia tinggal sendiri di Jakarta. 

 

Â