Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).
Status ini menunjukkan darurat kesehatan global akibat kejadian luar biasa yang berisiko mengancam kesehatan masyarakat di negara lain. Penetapan dilakukan setelah setidaknya 80 kematian dilaporkan.
“Situasi ini tentu sangat serius tapi penting juga diketahui bahwa ini bukanlah artinya ada pandemi global,” kata ahli keamanan kesehatan global, Dicky Budiman melalui pesan suara yang diterima Liputan6.com, Minggu (17/5/2026).
Advertisement
Menyikapi situasi ini, sambungnya, Indonesia tidak perlu menutup perbatasan secara total. Namun, pengelolaan dan kualitas skrining di pintu masuk perlu dijaga.
“Jadi surveilans pintu masuk internasional bandara, pelabuhan, jalur migrasi pekerja, jemaah haji, umroh, pelaku perjalanan perjalanan internasional dari Afrika memang sudah harus dijaga betul saat ini sampai ke depan,” katanya.
Dia menambahkan, penanganan ebola perlu pendekatan One Health yang mencakup kesehatan lingkungan, manusia, dan hewan. Pasalnya, ebola bukan hanya masalah pada manusia tapi berkaitan dengan penebangan hutan, habitat yang semakin sempit, interaksi manusia dan satwa, perdagangan satwa liar, perubahan iklim, dan eksploitasi tambang serta hutan tropis.
“Di sinilah One Health menjadi sangat penting, karena bukan hanya Kementerian Kesehatan tapi juga Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Karantina, Imigrasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahkan sektor satwa liar dan kehewanan,” ujarnya.
Pentingnya Komunikasi Risiko
Dicky menambahkan, komunikasi risiko juga menjadi sangat penting dilakukan pemerintah untuk menghindari dua respons masyarakat yakni panik atau meremehkan.
“Jadi komunikasi publik dan komunikasi risiko yang harus dilaksanakan dengan prinsip transparansi, cepat, berbasis sains, dan melawan hoaks.”
Masyarakat di Indonesia tidak perlu panik, sambung Dicky, tapi perlu meningkatkan literasi kesehatan dengan mengikuti informasi resmi dari Kementerian Kesehatan dan para ahli yang kredibel.
Advertisement
Belum Masuk Kriteria Pandemi
Sebelumnya, WHO mengatakan wabah tersebut tidak memenuhi kriteria untuk dinyatakan sebagai pandemi, seperti yang dilakukan badan tersebut pada tahun 2020 untuk COVID-19. Namun, WHO memperingatkan, data yang dikumpulkan sejauh ini menunjukkan "potensi wabah yang jauh lebih besar daripada yang saat ini terdeteksi dan dilaporkan,” mengutip ABC, Senin (18/5/2026).
Para ahli mengatakan, ini bukan strain penyakit yang paling menular, tetapi angka kematiannya tinggi karena kasus saat ini berada di daerah yang kekurangan sumber daya.
Ebola adalah penyakit parah, seringkali fatal bagi manusia, yang disebabkan oleh sekelompok virus yang dikenal sebagai genus orthoebolavirus.
Ada enam jenis orthoebolavirus yang telah diidentifikasi hingga saat ini, dengan tiga di antaranya diketahui menyebabkan wabah besar, menurut WHO.
Ketiga virus tersebut adalah:
- Virus Ebola (EBOV) yang menyebabkan penyakit virus Ebola (EVD)
- Virus Sudan (SUDV) yang menyebabkan penyakit virus Sudan (SVD)
- Virus Bundibugyo (BDBV) yang menyebabkan penyakit virus Bundibugyo (BVD).
Wabah saat ini di Uganda dan Kongo berasal dari virus Bundibugyo. Dinamai berdasarkan sebuah desa di Sungai Ebola di Republik Demokratik Kongo, virus ini pertama kali ditemukan pada 1976.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4198593/original/060764600_1666304820-AP22293531986722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263708/original/008484100_1781965366-AP26163792490542.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257811/original/016545500_1781257256-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264340/original/096862300_1782107767-salah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9133935/original/022673500_1783073947-AP26184046344844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107329/original/011934200_1783043803-063_2284409214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Harapan untuk Ebola](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/wF8URfnt7HTBaMSpz-AwATdqsVc=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363781/original/020508200_1758964473-WhatsApp_Image_2025-09-27_at_14.47.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7605258/original/043665800_1780389546-budi_gunadi__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7420141/original/006537300_1780197658-AP_PHotos_tedros.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368926/original/094679100_1679558283-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 7 Hal tentang Ebola yang Mengkhawatirkan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/twPOIRDCvezlEmXRb1Seid_WusM=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539825/original/043946800_1774625222-WhatsApp_Image_2026-03-27_at_18.36.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6656908/original/016390700_1779486566-kongo.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: AS Lindungi Warganya dari Ebola](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/vD7oLbNjzRCVFbi0p9GqD_hhalY=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084731/original/098964500_1736341604-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_3.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga: 5 Hal Terbaru Ebola](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/508A-VNsw1k5bMsDXkvu06MXF5w=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084740/original/064308700_1736341715-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572082/original/024040800_1777765161-Andi_saguni_imunisasi.jpg)