Waspada Ebola, Kanada Batasi Pendatang dari 3 Negara Afrika

Kanada untuk sementara menangguhkan permohonan dari tiga negara Afrika yakni Kongo, Sudan Selatan, dan Uganda untuk mencegah penularan Ebola.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kanada untuk sementara menangguhkan permohonan dari tiga negara Afrika yakni Kongo, Sudan Selatan, dan Uganda untuk mencegah penularan Ebola.

"Menanggapi wabah Ebola di Kongo dan meningkatnya kasus di Uganda dan Sudan Selatan, Pemerintah Kanada mengambil tindakan tegas dengan melakukan pembatasan sementara untuk mengurangi risiko masuk dan penyebaran virus di Kanada," seperti mengutip laman resmi pemerintah negara tersebut.

Kebijakan pembatasan Kanada mulai berlaku pada 27 Mei 2026 selama 90 hari meskipun hal itu dapat diperpanjang atau dicabut berdasarkan perkembangan wabah. Hal ini berlaku untuk pemilik visa penduduk sementara, electronic travel authorization (eTA), izin studi, izin kerja, atau residen permanen.

"Mereka yang sudah berada di Kanada tidak terpengaruh oleh langkah-langkah ini, dan dapat terus tinggal di sini selama masa tinggal yang diizinkan," tulis pernyatan resmi tersebut.

Lalu, per 30 Mei 2026 warga negara Kanada, penduduk tetap, dan warga negara asing yang telah berada di negara-negara yang terdampak dalam 21 hari sebelumnya akan diizinkan masuk ke Kanada tetapi harus menjalani isolasi mandiri. Bila saat isolasi mandiri pendatang memiliki gejala atau sakit maka akan dipindahkan ke rumah sakit untuk penilaian medis lebih lanjut. Mereka yang tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi akan dibantu dicarikan.

 "Kesehatan dan keselamatan masyarakat Kanada adalah prioritas utama kami. Langkah-langkah sementara ini akan membantu mengurangi risiko masuknya penyakit Ebola ke negara ini sekaligus memastikan bahwa para pelancong ditangani berdasarkan tingkat risiko mereka. Kami akan terus mengambil tindakan yang dipandu oleh sains dan bukti untuk melindungi warga Kanada,” kata Menteri Kesehatan Kanada, Marjorie Michel.

 

Tentang Ebola di Kongo

Saat ini terjadi outbreak Ebola yang berpusat di timur laut Kongo. Negara-negara tetangga Kongo seperti Uganda juga mengalami kenaikan kasus. Ketika Ebola dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD) pada 17 Mei 2026, Uganda melaporkan ada 8 kasus terkonfirmasi Ebola. Lalu, pada 25 Mei 2026 sudah naik menjadi 101 kasus terkonfirmasi atau naik lebih 12 kali lipat hanya dalam 8 hari saja dan sudah ada 10 kematian yang terkonfirmasi Ebola.

Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) bahkan kini sudah mengidentifikasi 10 negara lain yang sangat rentan highly vulnerable untuk tertular Ebola juga, utamanya karena pergerakan antar lintas batas negara dan perdagangan. Negara itu adalah Angola, Burundi. Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Kenya, Rwanda. South Sudan, Tanzania dan Zambia.

 

 

 

 

timur lautOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan lebih dari 900 kasus yang diduga dan lebih dari 220 kematian. Upaya bantuan telah ditingkatkan, dan WHO mengatakan wabah ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan.