Ikan Gabus Tinggi Albumin, Kerap Dicari Usai Operasi

Mengenal albumin yang terdapat pada ikan gabus. Sumber protein yang kerap dicari usai menjalani operasi.

Diterbitkan 08 Juni 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Usai menjalani operasi, kebanyakan pasien diminta mengonsumsi protein lebih tinggi dari biasanya. Salah satu sumber protein yang direkomendasikan usai operasi adalah ikan gabus.

Ikan air tawar ini sudah lama dikenal masyarakat sebagai makanan pendamping pemulihan karena mengandung albumin, salah satu jenis protein yang berperan penting dalam tubuh.

Dosen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Indun Dewi Puspita, mengatakan albumin merupakan protein yang berperan dalam membantu proses regenerasi sel, menjaga keseimbangan cairan dalam darah, serta mendukung distribusi zat gizi seperti vitamin dan mineral.

“Biasanya orang-orang mencari albumin, misalnya setelah operasi. Albumin dapat membantu mempercepat regenerasi sel,” jelas Indun mengutip laman UGM.

Ia menduga kandungan albumin yang tinggi pada ikan gabus berkaitan dengan habitat hidupnya yang berada di rawa atau perairan berlumpur dengan kadar oksigen relatif rendah. Menurutnya, kondisi tersebut membuat ikan gabus beradaptasi dengan memproduksi albumin dalam jumlah lebih tinggi.

Selain albumin, kandungan protein ikan gabus lebih tinggi dari ikan air tawar lainnya. Jika rata-rata sumber protein hewani mengandung sekitar 20 persen protein, kandungan protein pada ikan gabus dapat mencapai 23–25 persen.

Sebenarnya bukan cuma protein termasuk albumin, ikan gabus juga mengandung berbagai nutrisi lain yang bermanfaat, termasuk vitamin, mineral, dan asam lemak tak jenuh omega-3. Indun menilai ikan gabus tetap unggul jika dibandingkan dengan sebagian besar ikan air tawar lainnya.

 

Bisa untuk Dikonsumsi Sehari-hari

Melihat kandungan gizi ikan gabus yang begitu baik, Indun mengatakan bahwa sebenarnya ikan satu ini bisa dikonsumsi untuk sehari-hari. Tak cuma usai menjalani operasi.

Indun menyarankan masyarakat menghindari suhu memasak yang terlalu tinggi agar kandungan protein dan zat gizi lainnya tidak mengalami kerusakan. Ia merekomendasikan metode memasak seperti dikukus atau direbus menjadi sup.

Metode tersebut lebih baik dibandingkan menggoreng atau membakar dalam waktu lama yang dapat merusak struktur yang terkandung dalam ikan.

Kini banyak tersedia produk ekstrak ikan gabus dalam bentuk suplemen. Namun, menurut Indun, mengonsumsi ikan gabus secara langsung tetap memberikan keuntungan lebih karena dapat memperoleh berbagai nutrisi lain yang terkandung di dalamnya.

“Kalau mengonsumsi ikannya langsung, kita bisa mendapatkan nutrisi-nutrisi lainnya. Misalkan tadi ada beberapa laporan menyebutkan asam lemak tak jenuh,” katanya.