Fenomena Cozy Cardio: Jalan Santai Sambil Nonton yang Makin Diminati

Mengenal cozy cardio, tren olahraga ringan di rumah yang nyaman dan bisa jadi awal hidup aktif.

Diterbitkan 07 September 2026, 18:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang ingin lebih aktif bergerak, tetapi enggan berolahraga di pusat kebugaran yang ramai atau khawatir latihan terasa terlalu berat. Di sinilah cozy cardio muncul sebagai alternatif.

Cozy cardio merupakan aktivitas fisik ringan yang mengutamakan kenyamanan dan dapat dilakukan di rumah. Biasanya, aktivitas ini dilakukan dengan berjalan di atas walking pad atau treadmill kecil sambil menonton film, serial, atau mendengarkan musik.

Pendekatan tersebut populer di media sosial karena menawarkan cara berolahraga yang terasa lebih santai dan personal. Istilah cozy cardio diperkenalkan influencer TikTok Hope Zuckerbrow, yang membagikan rutinitas berjalan santai di ruang tamu dengan pencahayaan lembut, lilin aromaterapi, pakaian nyaman, serta kopi berprotein sebagai teman berolahraga.

"Saya menyadari bahwa saya perlu memperbaiki hubungan saya dengan olahraga. Olahraga tidak lagi terasa menyenangkan karena saya hanya bergerak untuk menurunkan berat badan, bukan untuk merasa lebih baik atau menjadi lebih sehat," kata Zuckerbrow kepada CNN, Rabu, 5 Agustus 2026.

Sebelumnya, Zuckerbrow menjalani program intensif untuk menurunkan berat badan hingga sekitar 45 kilogram. Namun, setelah sebagian berat badannya kembali naik, ia memilih pendekatan yang lebih santai agar tetap aktif tanpa merasa terbebani.

Zuckerbrow kemudian mulai berjalan perlahan di walking pad selama 15 hingga 20 menit setiap pagi. Video pertamanya ditonton ratusan ribu orang dan turut membuat istilah cozy cardio semakin dikenal, seperti dikutip dari Kanal Lifestyle Liputan6.com pada Senin, 7 September 2026. 

Bisa Jadi Langkah Awal

Aktivitas yang sederhana tersebut berkembang menjadi tren kebugaran karena mudah dilakukan dan dapat disesuaikan dengan rutinitas sehari-hari. Sejumlah ahli menilai cozy cardio dapat menjadi langkah awal bagi orang yang ingin membangun kebiasaan bergerak.

Ahli jantung dari OhioHealth Physician Group, Dr. David Sabgir, menekankan pentingnya memulai olahraga dari langkah kecil.

"Mendapatkan momentum awal adalah hal yang baik," ujarnya.

Menurut Sabgir, perubahan kebiasaan perlu dilakukan secara bertahap. Seseorang yang sebelumnya tidak aktif tidak bisa langsung berubah menjadi sangat aktif.

"Memulai gerakan sederhana dapat membantu tubuh mendapatkan endorfin dan mendorong rutinitas olahraga yang lebih teratur," katanya.

Konsep cozy cardio juga menunjukkan bahwa olahraga tidak selalu membutuhkan peralatan mahal atau tempat khusus. Bagi pemula, berjalan santai di rumah selama beberapa menit setiap hari dapat menjadi cara realistis untuk mulai membangun konsistensi.

Spesialis kebugaran Rutgers University, Nick Occhipinti, mengatakan pendekatan sederhana untuk memulai aktivitas fisik dapat memberikan dampak positif. Salah satunya dengan meningkatkan jumlah langkah harian yang berkaitan dengan penurunan risiko berbagai masalah kesehatan.

"Menemukan cara yang mudah diakses agar orang mulai melakukan aktivitas fisik adalah hal yang sangat baik," ujar Occhipinti.

Tetap Perlu Meningkatkan Intensitas

Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas fisik berintensitas ringan tetap memberikan manfaat bagi kesehatan. Mengganti waktu duduk selama 30 menit per hari dengan aktivitas ringan dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dari berbagai penyebab serta risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Jalan santai juga dapat membantu menjaga tekanan darah dan detak jantung, terutama bagi orang dengan keterbatasan fisik.

Meski demikian, para ahli mengingatkan agar cozy cardio tidak menjadi satu-satunya bentuk olahraga dalam jangka panjang.

Pedoman aktivitas fisik merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu untuk menjaga kesehatan secara optimal.

Occhipinti menyarankan pelaku cozy cardio meningkatkan intensitas secara bertahap setelah tubuh mulai terbiasa. Caranya bisa dengan berjalan lebih cepat, menambah durasi latihan, atau sesekali berolahraga di luar rumah.

Aktivitas di luar ruangan juga memberikan manfaat tambahan karena memungkinkan seseorang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Sabgir menilai berjalan bersama teman dapat meningkatkan motivasi sekaligus memberikan manfaat sosial.

Sementara itu, Zuckerbrow tetap mempertahankan rutinitas cozy cardio meski kini mulai berlatih di pusat kebugaran.

"Saya tidak melihat diri saya berhenti melakukan cozy cardio. Latihan itu terasa seperti momen meditasi dan benar-benar membawa kebahagiaan dalam hari saya," pungkasnya.