KKHI Madinah Ungkap Keluhan yang Paling Banyak Dialami Jemaah Haji

KKHI Madinah mengungkap keluhan kesehatan yang paling sering dialami jemaah haji usai Armuzna.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 14:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madinah - Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. Enny Nuryanti, menyampaikan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi kasus kesehatan paling dominan yang ditangani pada jemaah haji gelombang II di Madinah setelah fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dia, menjelaskan, fase pasca-Armuzna menjadi periode puncak kelelahan jemaah haji karena seluruh rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina telah menguras tenaga secara intens dalam waktu singkat.

"Kondisi tersebut diperparah dengan aktivitas tambahan yang masih dilakukan sebagian jemaah, seperti umrah sunnah dan ziarah, sehingga tubuh tidak memiliki waktu pemulihan optimal," katanya kepada tim Media Center Haji di Madinah pada Senin, 8 Juni 2026.

Enny menuturkan, banyak jemaah mengalami penurunan stamina yang signifikan setelah pergerakan massal di Armuzna yang berlangsung padat, panjang, dan melelahkan.

Dia, menambahkan, pada fase ini jemaah juga berada dalam kondisi transisi dari ibadah berat menuju persiapan kepulangan, sehingga daya tahan tubuh cenderung belum stabil.

Selain kelelahan fisik, Enny menyoroti tekanan psikologis yang ikut memengaruhi kondisi jemaah. Banyak jemaah mulai mengalami rasa rindu kepada keluarga, namun tetap harus menjalani masa tinggal di Madinah sebelum kembali ke Tanah Air.

Kombinasi kelelahan fisik dan tekanan psikologis tersebut membuat jemaah lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, terutama pada kelompok lanjut usia dan jemaah dengan komorbid.

Enny juga menegaskan bahwa cuaca panas di Madinah memperberat kondisi jemaah pada fase ini. Suhu tinggi meningkatkan risiko dehidrasi, sementara paparan panas yang terus-menerus memperlambat proses pemulihan tubuh.

Tim kesehatan mencatat dua jemaah harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, masing-masing dengan diagnosis serangan jantung dan pneumonia. Kedua pasien ditangani secara intensif untuk memastikan kondisi tetap stabil.

Dia mengingatkan jemaah untuk tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas ibadah maupun ziarah selama di Madinah.

"Pada fase ini, kami imbau jemaah untuk membatasi aktivitas, menjaga asupan cairan, dan mengutamakan istirahat agar tidak terjadi penurunan kondisi," ujarnya.

Petugas kesehatan di sektor dan KKHI Madinah terus melakukan pemantauan berkala untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil hingga memenuhi syarat fit to fly sebelum dipulangkan ke Indonesia.