Liputan6.com, Jakarta - Sesekali lupa menjadi hal yang biasa terjadi. Namun, ketika penurunan daya ingat mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak begitu saja dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.
Dokter spesialis neuorologi konsultan neurogeriatri, Rocksy Fransisca V. Situmeang mengatakan perubahan daya ingat yang mulai berdampak pada keseharian perlu mendapat perhatian. Keluarga yang mendampingi orang tua perlu lebih peka ketika melihat adanya perubahan tersebut.
"Penurunan daya ingat yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan," ujar Rocksy pada peringatan Hari Alzheimer Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 September.
Advertisement
Ia mengingatkan agar keluarga mengajak lansia dengan gejala penurunan daya ingat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.
"Pemeriksaan yang dilakukan pada waktu yang tepat dapat membantu pasien dan keluarga memahami kondisi yang dihadapi serta menentukan langkah penanganan selanjutnya bersama dokter,” kata dokter yang praktik di Demensia Memory and Aging Center, Siloam Hospitals Lippo Village itu.
Tak Perlu Menunggu Kondisi Semakin Berat
Penurunan daya ingat tidak selalu berarti seseorang mengalami Alzheimer. Ada berbagai kondisi yang dapat memengaruhi daya ingat sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Rocksy menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan sebelum gejala berat. Dengan begitu, pasien dan keluarga dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai kondisi yang sedang dihadapi.
"Sering kali Alzheimer baru terdeteksi saat kerusakan sel otak sudah terlanjur parah dan sulit diperbaiki," kata Rocksy.
Salah satu perkembangan dalam evaluasi Alzheimer adalah pemeriksaan biomarker melalui darah, termasuk pTau 181 Plasma. Lewat tes darah pTau 181 Plasma mendeteksi Alzheimer lebih awal sebelum gejala memburuk.
Dari pemeriksaan pTau 181 Plasma memungkinkan deteksi risiko patologi amyloid, salah satu tanda utama Alzheimer, yang bisa dilakukan melalui pengambilan darah rutin dari pembuluh darah vena di lengan.
Secara klinis, kadar protein phosphorylated tau 181 (pTau 181) dalam plasma darah terbukti berkorelasi kuat dengan pembentukan plak amyloid di otak yang merupakan indikator utama penyakit Alzheimer.
Apa Itu Alzheimer?
Alzheimer adalah gangguan otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara, dan perilaku. Seiring waktu, kondisi ini berkembang dan membuat penderitanya sulit hingga tidak mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Berikut gejala umum Alzheimer seperti mengutip laman Alzheimer Indonesia:
1. Gangguan Daya Ingat
Gangguan daya ingat menjadi tanda paling sering ditemui pada penderita Alzheimer. Penderita kerap lupa kejadian yang baru saja dialami, sulit mengingat janji, bahkan bisa tersesat di lokasi yang seharusnya familiar.
2. Sulit Fokus
Kesulitan dalam berkonsentrasi atau fokus sering kali membuat penderita tidak bisa menyelesaikan tugas sederhana. Hal ini bisa terlihat saat mereka kebingungan membayar tagihan, menyusun resep masakan, atau mengatur agenda harian.
3. Sulit Melakukan Kegiatan Familiar
Kegiatan sehari-hari yang biasanya mudah, seperti memasak atau mengisi formulir, bisa tiba-tiba menjadi sulit dilakukan. Penderita mungkin bingung langkah-langkah yang sebenarnya sudah sangat dikenal.
Kesulitan melakukan kegiatan familiar adalah indikasi adanya gangguan kognitif. Situasi ini kerap membuat penderita frustrasi, bahkan kehilangan minat untuk melanjutkan aktivitas.
4. Disorientasi
Penderita Alzheimer sering kali bingung dengan waktu, tempat, bahkan orang di sekitarnya. Mereka bisa tiba-tiba lupa sedang berada di mana atau tidak mengenali lingkungan rumahnya sendiri.
5. Kesulitan Memahami Visuo-Spasial
Membaca, menilai jarak, atau mengenali arah menjadi tantangan berat bagi penderita Alzheimer. Akibatnya, mereka kerap menabrak benda, salah membaca, atau kesulitan menilai kedalaman ruang. 6. Gangguan Berkomunikasi
Alzheimer memengaruhi kemampuan berbicara maupun menulis. Penderita mungkin sering berhenti di tengah percakapan karena lupa kata, atau mengulang-ulang kalimat.
Situasi ini kerap membuat penderita merasa frustrasi dan enggan berbicara dengan orang lain, sehingga isolasi sosial semakin meningkat.
7. Menaruh Barang Tidak Pada Tempatnya
Penderita Alzheimer sering kali meletakkan barang di tempat yang tidak wajar, misalnya kunci di dalam kulkas atau dompet di laci dapur. Ketika benda hilang, mereka bahkan bisa menuduh orang lain mengambilnya.
8. Salah Membuat Keputusan
Kemampuan dalam mengambil keputusan ikut menurun. Misalnya, penderita bisa tiba-tiba membeli barang yang tidak diperlukan atau salah dalam mengatur keuangan.
9. Menarik Diri dari Pergaulan
Penderita Alzheimer cenderung menghindari kegiatan sosial, bahkan aktivitas yang dulu disenangi. Mereka bisa merasa malu atau frustrasi karena kesulitan mengikuti percakapan.
10. Perubahan Perilaku dan Kepribadian
Alzheimer tidak hanya memengaruhi ingatan, tetapi juga sikap dan emosi penderita. Mereka bisa tiba-tiba menjadi mudah curiga, bingung, bahkan marah tanpa sebab jelas.
Perubahan ini kerap membuat keluarga kebingungan dan kewalahan. Dukungan emosional sangat dibutuhkan untuk menghadapi gejala ini.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3228937/original/045806300_1599220682-photo-1557495876-aa846fcac3c4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694614/original/021626400_1703165470-Ilustrasi_berpikir__emosional__galau__resah__khawatir__cemas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580020/original/087479900_1778124108-Gemini_Generated_Image_dq4o5cdq4o5cdq4o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141782/original/020810500_1740383769-WhatsApp_Image_2025-02-24_at_14.47.59.jpeg)