Kulit Mulus Ala Korea, Mungkinkah Terjadi pada Orang Indonesia?

Dokter mengungkap faktor yang menentukan kulit mulus ala Korea pada orang Indonesia.

Diterbitkan 27 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mendambakan kulit mulus ala Korea yang tampak halus, cerah, dan nyaris tanpa pori-pori. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya, apakah kulit orang Indonesia bisa semulus kulit orang Korea?

Menurut dr. Dinda Fath, MBBS, anggapan bahwa orang Korea tidak memiliki pori-pori sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Kondisi kulit dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, lingkungan, hingga kebiasaan merawat kulit sejak usia dini.

"Ada faktor genetik dan lifestyle dari kecil yang bikin kulit penduduk Korea Selatan pada umumnya bisa terlihat seperti enggak berpori," kata Dinda saat berbincang dengan Kesehatan Liputan6.com dalam sebuah kesempatan.

Dinda, mengatakan, salah satu faktor yang membedakan kondisi kulit masyarakat Indonesia dan Korea Selatan adalah lingkungan tempat tinggal.

Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memiliki cuaca panas dan lembap hampir sepanjang tahun. Kondisi ini membuat produksi minyak atau sebum meningkat, kulit lebih mudah berkeringat, dan kotoran lebih mudah terperangkap di pori-pori.

Akibatnya, pori-pori wajah cenderung terlihat lebih jelas dibandingkan mereka yang tinggal di negara dengan iklim lebih sejuk.

"Indonesia dilewati garis khatulistiwa, secara umum selalu hangat, panas, dan lembap. Kondisi ini cenderung memicu produksi sebum, membuat kulit mudah berkeringat, dan pori-pori jadi terlihat lebih jelas," tambahnya.

Selain faktor lingkungan, budaya perawatan kulit juga berperan besar dalam menjaga kesehatan kulit.

Menurut Dinda, penggunaan produk perawatan kulit wajah sudah menjadi hal yang sangat umum di Korea Selatan sejak usia dini. Kebiasaan ini tidak hanya dilakukan perempuan tapi juga laki-laki.

Mulai dari membersihkan wajah dengan sabun khusus, menggunakan pelembap, hingga rutin memakai sunscreen menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Kebiasaan tersebut membantu menjaga kesehatan skin barrier dan melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet.

 

Kulit Sehat Tetap Memiliki Pori-Pori

Hal serupa kini mulai banyak diterapkan oleh generasi muda di Indonesia. Karena semakin teredukasi mengenai pentingnya sunscreen dan pelembap, banyak remaja dan dewasa muda yang memiliki kondisi kulit lebih sehat dibanding generasi sebelumnya.

Meski demikian, Dinda menegaskan bahwa kulit sehat bukan berarti kulit tanpa pori. Bahkan, pada orang yang memiliki kulit sangat baik sekalipun, pori-pori tetap ada dan bisa terlihat jika diamati dari jarak sangat dekat.

Area yang lebih mudah berkeringat atau lebih sering terkena paparan sinar matahari biasanya memiliki tekstur kulit yang lebih terlihat.

"Kalau dilihat dari dekat sekali, pori-pori tetap ada. Ini masih sangat wajar untuk kita yang tinggal di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, ada sebagian orang Indonesia yang memiliki kulit sangat halus. Namun, kondisi tersebut sering kali dipengaruhi faktor genetik, misalnya berasal dari keluarga dengan keturunan campuran.

 

Fokus pada Kulit Sehat

Daripada mengejar kulit tanpa pori yang sebenarnya tidak realistis, Dinda menyarankan untuk fokus menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

"Biasanya targetnya adalah kulit sehat. Pori-pori akan jauh lebih tersamar ketika kondisi kulitnya sehat," kata Dinda.

Selain perawatan dari luar, pola makan juga berperan penting. Dia menyarankan untuk mengurangi makanan yang digoreng, membatasi konsumsi gula, garam, dan karbohidrat berlebihan, memperbanyak minum air putih, serta mengurangi makanan ultra-proses seperti sosis dan nugget.

Menurut Dinda, perubahan pola makan yang lebih sehat sering kali memberikan dampak nyata pada penampilan. "Orang yang mulai menerapkan clean eating biasanya wajahnya terlihat lebih segar karena kulit, rambut, dan kukunya menjadi lebih sehat," pungkasnya.