Liputan6.com, Jakarta - Metode makan dengan waktu makan yang sangat terbatas belakangan semakin populer di media sosial dan komunitas kesehatan. Banyak orang tertarik mencobanya karena dianggap lebih praktis untuk mengurangi asupan kalori harian dan membantu menjaga konsistensi jadwal makan.
Dengan frekuensi makan yang lebih sedikit, pola ini juga dinilai dapat mengurangi kebiasaan ngemil atau makan berlebihan, terutama pada malam hari.
Menurut Healthline, pembatasan waktu makan tertentu memang dapat membantu sebagian orang mengatur pola makan. Namun, kebutuhan nutrisi harian tetap harus terpenuhi agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
Advertisement
Di sisi lain, muncul kekhawatiran mengenai keamanan pola makan ini jika diterapkan dalam jangka panjang, terutama pada perempuan. Tubuh perempuan cenderung lebih sensitif terhadap perubahan pola makan, kualitas tidur, dan tingkat stres, seperti dikutip dari Fimela.
Medical News Today melaporkan bahwa pembatasan makan yang terlalu ketat dapat memengaruhi keseimbangan hormon, khususnya jika tubuh tidak mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup secara konsisten.
Sistem hormon perempuan bekerja secara kompleks dan sangat dipengaruhi oleh asupan makanan. Nutrisi yang cukup dibutuhkan untuk mendukung berbagai fungsi penting tubuh, mulai dari metabolisme hingga kesehatan reproduksi.
Ketika pola makan berubah secara drastis, tubuh akan berusaha beradaptasi. Namun, pembatasan makanan yang terlalu ketat dapat memicu stres pada tubuh, yang kemudian berdampak pada tingkat energi, kualitas tidur, dan suasana hati.
Selain itu, tubuh memerlukan keseimbangan protein, lemak sehat, vitamin, dan karbohidrat agar fungsi hormonal tetap optimal.
Jika asupan nutrisi berkurang secara signifikan, tubuh dapat menunjukkan gejala seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan mood.
Respons ini juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti aktivitas fisik, tingkat stres, dan siklus menstruasi, sehingga reaksi setiap perempuan bisa berbeda-beda.
Penulis:Â Sarah Arsaliyana/Fimela
Jeda Makan Jangan Terlalu Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2985106/original/081195900_1575358775-louis-hansel--9CjvlbUGhY-unsplash__1_.jpg)
Bagi sebagian orang, pola makan sekali sehari terasa praktis karena membuat jadwal makan lebih sederhana dan membantu meningkatkan kesadaran terhadap pilihan makanan. Beberapa orang juga merasa lebih mudah mengurangi konsumsi camilan dan makanan tinggi gula dengan pola makan seperti ini.
Namun, jeda makan yang terlalu panjang dapat membuat rasa lapar menjadi sangat kuat saat waktu makan tiba. Kondisi ini berisiko mendorong seseorang makan berlebihan atau memilih makanan yang kurang seimbang.
Jika tubuh kekurangan energi dalam waktu lama, stamina dapat menurun, sehingga muncul keluhan seperti cepat lelah, sulit fokus, dan perubahan suasana hati.
Karena itu, perempuan perlu lebih cermat saat melakukan perubahan pola makan yang drastis. Sebagian orang mungkin tidak mengalami masalah, tetapi sebagian lainnya dapat merasakan dampak pada energi, kualitas tidur, atau kondisi fisik sehari-hari.
Memahami respons tubuh dan memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi menjadi kunci sebelum menjalani pola makan dengan pembatasan waktu yang ketat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3018960/original/048990500_1578725389-bill-oxford-aIlAhLdwk2g-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)