Liputan6.com, Jakarta - Split vs full body merupakan dua metode latihan yang sering dibandingkan, terutama oleh pemula yang baru mulai berlatih di gym. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing dan sama-sama efektif untuk membangun kekuatan serta massa otot, selama dilakukan secara konsisten dengan program yang sesuai.
Pemilihan metode latihan sebaiknya tidak hanya mengikuti tren atau saran orang lain. Faktor seperti tujuan kebugaran, kondisi fisik, pengalaman berlatih, dan waktu yang tersedia setiap minggu perlu menjadi pertimbangan.
Dengan memahami karakteristik masing-masing metode, kamu dapat memilih program latihan yang lebih sesuai dan mampu dijalani dalam jangka panjang.
Advertisement
Full Body Workout
Latihan full body melibatkan hampir seluruh kelompok otot utama dalam satu sesi. Metode ini umumnya mengkamulkan gerakan yang melibatkan beberapa sendi dan kelompok otot sekaligus sehingga latihan menjadi lebih efisien.
Program full body biasanya dilakukan dua hingga empat kali dalam seminggu dengan jeda istirahat yang cukup. Metode ini cocok bagi orang yang memiliki jadwal padat dan hanya dapat berolahraga beberapa kali dalam seminggu.
Full body workout juga dinilai ideal bagi pemula karena memungkinkan mereka melatih gerakan dasar secara lebih sering. Gerakan seperti squat, push, dan pull dapat membantu tubuh mempelajari teknik yang benar, meningkatkan kekuatan, serta membangun fondasi latihan tanpa membutuhkan volume yang terlalu tinggi.
Namun, karena banyak kelompok otot dilatih dalam satu sesi, durasi latihan dapat menjadi lebih panjang. Kelelahan yang muncul juga berpotensi membuat performa menurun pada kelompok otot yang dilatih di akhir sesi, dikutip dari Lifestyle Liputan6.com pada Rabu (12/8/2026)
Split Workout
Berbeda dengan full body, split workout membagi kelompok otot ke dalam beberapa sesi latihan. Misalnya, dada dan trisep dilatih pada satu hari, punggung dan bisep pada hari berikutnya, sementara kaki mendapatkan sesi tersendiri.
Metode ini memungkinkan seseorang memberikan fokus dan volume latihan yang lebih besar pada kelompok otot tertentu. Split workout juga dapat membantu meningkatkan koneksi pikiran dan otot karena perhatian selama latihan lebih terpusat pada kelompok otot yang ditargetkan.
Namun, metode split umumnya membutuhkan lebih banyak hari latihan. Waktu pemulihan juga perlu diperhatikan, terutama ketika volume latihan cukup tinggi dan menyebabkan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) atau nyeri otot yang muncul beberapa waktu setelah berolahraga.
Oleh sebab itu, split workout biasanya lebih sesuai bagi individu yang sudah memiliki pengalaman latihan atau memiliki jadwal olahraga yang lebih fleksibel.
Menurut laporan Inform pada Rabu, 22 Juli 2026, memahami kelebihan dan kekurangan kedua metode tersebut dapat membantu seseorang menentukan program latihan yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup.
Pemula Lebih Cocok Full Body?
Tingkat pengalaman menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih metode latihan. Pemula umumnya dapat memulai dengan program full body sekitar tiga kali seminggu.
Frekuensi tersebut memberikan kesempatan untuk berlatih gerakan dasar secara rutin sekaligus memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dan pulih.
Sementara itu, orang yang sudah berpengalaman biasanya membutuhkan volume latihan yang lebih besar untuk terus memberikan stimulus pada otot. Dalam kondisi tersebut, split workout dapat menjadi pilihan karena memungkinkan setiap kelompok otot mendapatkan perhatian lebih dalam satu sesi.
Beberapa pola yang umum digunakan antara lain push/pull/legs dan upper/lower. Dengan pengaturan yang tepat, metode split juga dapat memberikan waktu pemulihan yang cukup.
Banyak orang tetap menargetkan setiap kelompok otot untuk dilatih setidaknya dua kali dalam seminggu guna mendukung perkembangan kekuatan dan massa otot.
Mana yang Lebih Efektif?
Pada dasarnya, baik full body maupun split workout dapat mendukung peningkatan kekuatan dan pertumbuhan otot. Faktor yang lebih menentukan adalah konsistensi, pengaturan volume dan intensitas latihan, waktu pemulihan, serta asupan nutrisi.
Protein juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan dan pembentukan otot setelah latihan. Asupan yang memadai membantu memenuhi kebutuhan tubuh untuk memperbaiki jaringan otot dan mendukung performa latihan.
Pada akhirnya, tidak ada satu metode yang paling baik untuk semua orang. Full body menawarkan efisiensi dan keseimbangan, sedangkan split workout memberikan kesempatan untuk memberikan fokus lebih besar pada kelompok otot tertentu.
Program latihan juga dapat disesuaikan seiring perubahan jadwal, pengalaman, maupun tujuan kebugaran.
Apa pun metode yang dipilih, kunci utamanya adalah konsistensi, istirahat yang cukup, pola makan yang mendukung, dan program yang realistis untuk dijalankan dalam jangka panjang.
Penulis:Â Nurri Indah Kholillah/Lifestyle
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321533/original/044296500_1786447580-cek_fakta_program_magang_nasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158887/original/014385400_1741675894-cek_fakta_pasukan_oranye.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381364/original/054622200_1760501703-IMG-20251015-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3207633/original/021465800_1597296886-female-athlete-having-ankle-injury-sitting-pavement_23-2147888984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4088113/original/071861000_1657726197-jeffery-erhunse-6D2Lmtv_X8A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4592812/original/045820200_1695984542-gabin-vallet-J154nEkpzlQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296256/original/068744300_1784009285-HJyfPFObwAEUfHD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5305238/original/054768100_1754299681-philippe-spitalier-kA9901YPOCk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299639/original/015212000_1605681712-pexels-photo-4098218.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4212358/original/031108900_1667384841-9a8d3846-2297-4d73-bcc5-0dd3d1091ad6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3655873/original/060520400_1638923495-omar-lopez-vTknj2OxDVg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1828192/original/013624400_1515667808-5.jpg)