Liputan6.com, Jakarta - Dokter Spesialis Bedah Onkologi di One Stop Oncology Services IHC Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr. Arman Mukhtar, Sp.B(K).Onk., mengatakan banyak pasien kanker payudara baru datang berobat setelah menemukan benjolan yang sudah cukup besar. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa benjolan kanker payudara pasti terasa sakit.
Padahal, pada stadium awal, benjolan atau perubahan jaringan payudara sering kali tidak menimbulkan nyeri sehingga banyak orang tidak menyadari adanya kelainan.
"Di sinilah pentingnya kita mengenali tubuh sendiri secara berkala," ujar Arman kepada Kesehatan Liputan6.com, Rabu (5/8/2026).
Advertisement
Kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan, terutama pada umur 40 s.d 50 tahun.
Sayangnya, kata Arman, sekitar 43 persen kasus baru di Indonesia masih terdiagnosis saat sudah memasuki stadium lanjut, padahal peluang penanganannya jauh lebih baik jika ditemukan sejak dini.
Oleh sebab itu, Arman mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS), hingga skrining menggunakan USG mammae atau mammografi sesuai usia dan kondisi.
Gejala awal benjolan kanker payudara letaknya di mana? Menurut Arman, ciri-ciri benjolan kanker payudara stadium awal umumnya berupa benjolan yang terasa keras, berbatas tidak tegas, dan sulit digerakkan saat diraba.
Selain itu, dapat muncul perubahan pada kulit payudara, seperti tampak berlesung atau menyerupai peau d'orange, serta puting yang tertarik ke dalam.
"Temuan seperti ini paling sering dijumpai pada perempuan berumur di atas 40 atau 45 tahun," ujarnya.
Meski begitu, setiap benjolan atau perubahan pada payudara tetap perlu diperiksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
Letak Benjolan Kanker Payudara
Arman menjelaskan bahwa tidak ada lokasi yang benar-benar khas untuk benjolan kanker payudara.
Meski lebih sering ditemukan di bagian atas sisi luar (lateral) payudara, benjolan juga dapat muncul di bagian tengah, sisi dalam (medial), maupun area lainnya.
"Jadi, tidak ada lokasi yang benar-benar khas. Benjolan bisa muncul di bagian mana saja pada payudara," kata Arman.
Oleh sebab itu, jangan menganggap benjolan di luar area tersebut pasti tidak berbahaya. Apa pun lokasinya, benjolan tetap harus diperiksakan agar penyebabnya dapat dipastikan.
Benjolan Payudara yang Perlu Diwaspadai
Menurut Arman, benjolan pada perempuan berusia di atas 40 atau 45 tahun yang terasa keras, berbatas tidak tegas, serta disertai kulit atau puting yang tertarik ke dalam sangat mengarah pada keganasan.
Risiko semakin tinggi apabila benjolan sudah disertai luka pada permukaan payudara.
"Apalagi kalau sudah ada luka, itu pasti ganas. Seratus persen ganas,"Â tambahnya.
Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara
Arman mengingatkan bahwa deteksi dini merupakan kunci untuk meningkatkan peluang kesembuhan kanker payudara.
SADARI dapat dilakukan setiap bulan, idealnya pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama menstruasi.
Saat memeriksa payudara, perhatikan apakah ada benjolan, perubahan bentuk atau ukuran, perubahan tekstur kulit, puting yang tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan yang tidak normal.
Jika menemukan kelainan, lanjut Arman, segera lakukan SADANIS di fasilitas kesehatan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan USG mammae atau mammografi.
USG mammae umumnya direkomendasikan bagi perempuan berusia di bawah 35 tahun, ibu hamil, atau ibu menyusui.
Sementara itu, mammografi masih menjadi standar emas skrining kanker payudara pada perempuan usia 40 tahun ke atas karena mampu mendeteksi kelainan sejak ukurannya masih sangat kecil.
"Deteksi dini bukan tentang mencari penyakit, melainkan tentang memberi diri kita kesempatan terbaik untuk tetap sehat dan beraktivitas bersama keluarga," pungkas Arman.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4549540/original/093969200_1692810338-brooke-cagle-QJ1j4HOdNtI-unsplash.jpg)