Cuaca Panas dan Lembap Bikin Ketombe Makin Parah

Cuaca panas dan lembap dapat membuat kulit kepala lebih berkeringat dan berminyak, sehingga memperparah timbulnya ketombe.

Diterbitkan 22 September 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketombe yang banyak muncul saat cuaca panas dan lembap dapat berkaitan dengan meningkatnya keringat, produksi minyak, serta penumpukan sel kulit mati dan sisa produk perawatan rambut di kulit kepala.

Dilansir dari Innovist, Selasa (22/9/2026), kombinasi panas, kelembapan, dan keringat dapat membuat kulit kepala menjadi lebih berminyak dan memperburuk ketombe serta iritasi.

Kelembapan sendiri tidak secara langsung menyebabkan ketombe. Namun, kondisi kulit kepala yang hangat dan berminyak dapat mendukung aktivitas Malassezia, jenis ragi yang berkaitan dengan ketombe pada orang yang rentan.

Bagaimana Lembap Membentuk Ketombe?

Ketika cuaca lembap, produksi keringat pada kulit kepala dapat meningkat, kemudian bercampur dengan sebum atau minyak alami kulit kepala, sel kulit mati, serta sisa produk rambut.

Penumpukan tersebut dapat membuat kulit kepala terasa lebih berminyak dan tidak nyaman sekaligus membuat rasa gatal dan serpihan ketombe semakin terlihat.

Pada orang yang rentan mengalami ketombe, kelebihan minyak dapat mendukung aktivitas Malassezia. Proses tersebut dapat berkontribusi terhadap iritasi dan peradangan kulit kepala, sehingga pengelupasan kulit meningkat dan serpihan semakin terlihat.

Keringat dan Minyak Turut Berpengaruh

Keringat turut memperburuk keadaan ketika dibiarkan terlalu lama. Selain menciptakan lingkungan yang lembap, keringat dapat bercampur dengan minyak dan sisa produk rambut.

Kombinasi kelembapan, garam, dan minyak juga berpotensi mengiritasi kulit kepala, terutama pada kulit yang sensitif. Menggaruk kulit kepala yang gatal kemudian dapat meningkatkan iritasi dan membuat serpihan semakin terlihat.

Sementara itu, ketombe lebih sering berkaitan dengan kelebihan minyak, iritasi, dan Malassezia, sedangkan kulit kepala kering umumnya berkaitan dengan kurangnya kelembapan.

Ketombe cenderung menghasilkan serpihan yang lebih besar dan berminyak, sementara kulit kepala kering biasanya menghasilkan serpihan yang lebih kecil dan kering.

Cara Menekan Produksi Ketombe

Untuk membantu mengendalikan ketombe saat cuaca lembap, menjaga kebersihan kulit kepala menjadi langkah penting.

Rambut perlu dicuci secara teratur untuk menghilangkan keringat, minyak berlebih, sel kulit mati, dan sisa produk. Frekuensi mencuci rambut pun dapat disesuaikan dengan kondisi kulit kepala serta intensitas keringat dan minyak.

Selain menjaga kebersihan, sejumlah bahan aktif umum digunakan dalam produk antiketombe., seperti salicylic acid yang membantu mengangkat sel kulit mati dan serpihan, piroctone olamine untuk membantu mengelola jamur Malassezia, dan lainnya.

Yang paling penting adalah kebiasaan sehari-hari juga harus diperhatikan.

  • Menggaruk atau mengorek kulit kepala sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan iritasi.
  • Penggunaan produk penata rambut yang berat perlu dibatasi jika menyebabkan penumpukan.
  • Sisir dan sikat rambut perlu dijaga kebersihannya.
  • Kulit kepala juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama dalam kondisi berkeringat atau lembap.

Ketombe umumnya dapat dikelola melalui perawatan kulit kepala yang konsisten dan penanganan yang sesuai. Namun, kondisi ini dapat kembali muncul karena ketombe merupakan masalah kulit kepala yang cenderung berulang.