Serat Bukan Cuma Jumlah, Kombinasinya Penting bagi Kesehatan

Asupan serat tak cukup hanya banyak. Jenis dan kombinasi serat juga penting bagi kesehatan.

Diterbitkan 22 September 2026, 16:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bicara soal serat, perhatian selama ini sering tertuju pada seberapa banyak yang dikonsumsi setiap hari. Padahal, bukan hanya jumlah yang penting. Jenis dan kombinasi serat juga perlu diperhatikan karena setiap serat memiliki struktur, fungsi, serta manfaat yang berbeda bagi tubuh.

Hal ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap konsumsi serat. Tren “fibremaxxing” di media sosial, misalnya, mendorong lebih banyak orang untuk meningkatkan asupan serat sebagai bagian dari pola makan modern.

Namun, meningkatkan jumlah serat saja belum tentu cukup. Konsumen juga perlu memahami keragaman jenis serat yang dikonsumsi. Kombinasi beberapa jenis serat dapat memberikan manfaat yang saling melengkapi, baik dari sisi nutrisi maupun formulasi makanan.

Asupan Serat Masyarakat Indonesia Masih Perlu Diperhatikan

Di Indonesia, kebutuhan untuk memperhatikan asupan serat juga masih cukup besar. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 96,7 persen penduduk berusia lima tahun ke atas belum memenuhi anjuran konsumsi lima porsi buah dan sayuran setiap hari.

Padahal, sejumlah makanan yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, seperti tempe, dapat menjadi salah satu sumber serat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan perhatian terhadap asupan serat sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Setiap jenis serat bekerja dengan cara yang berbeda di dalam tubuh. Karena itu, pemilihan dan kombinasi serat dapat menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang beragam.

 

Dari Fibremaxxing Menuju Fibremixxing

Perkembangan ini membuka pembahasan baru dari sekadar meningkatkan jumlah serat atau “fibremaxxing” menuju konsep “fibremixxing”, yakni memahami bagaimana berbagai jenis serat dapat dikombinasikan untuk memberikan manfaat yang saling melengkapi.

BENEO, misalnya, memiliki Fibre Toolbox yang memungkinkan berbagai jenis serat digunakan sesuai dengan manfaat yang ingin ditawarkan.

Serat akar chicory dapat dimanfaatkan untuk memberikan efek prebiotik, sementara whole grains dapat digunakan untuk mendukung kesehatan jantung.

"Karena setiap jenis serat berinteraksi secara berbeda dengan matriks pangan, keahlian dalam formulasi menjadi hal yang sangat penting," ujar Managing Director BENEO Asia Pacific, Christian Philippsen.

Menurutnya, pengalaman dalam riset dan aplikasi serat akar chicory, tepung barley yang kaya akan beta-glukan, serta berbagai bahan fungsional dapat membantu produsen mengintegrasikan serat ke dalam formulasi produk secara optimal.

 

Serat dan Protein Bisa Saling Melengkapi

Pengembangan produk berbasis serat juga tidak harus berhenti pada serat. Kombinasinya dengan protein nabati, misalnya dari kacang faba dan beras, dapat memberikan manfaat nutrisi yang lebih beragam.

Protein nabati dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, sementara jenis serat tertentu dapat mendukung kesehatan usus. Keduanya juga dapat berkontribusi terhadap rasa kenyang.

Salah satu bahan yang dikembangkan BENEO adalah Orafti® β-Fit, tepung biji-bijian utuh dari barley yang mengandung beta-glukan, arabinoksilan, dan selulosa. Kombinasi tersebut menghadirkan karakteristik serat larut, tidak larut, dapat difermentasi, serta bersifat kental dalam satu bahan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai serat kini semakin luas. Bukan hanya tentang menambah jumlahnya, tetapi juga memilih jenis yang tepat dan mengombinasikannya dengan bahan lain untuk menghasilkan produk pangan dengan manfaat nutrisi yang lebih beragam.