Liputan6.com, Jakarta - Kasus influenza A menunjukkan peningkatan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan melaporkan subtipe Influenza A H3N2 subklad K yang populer disebut Super Flu telah terdeteksi di 13 provinsi.
Di tengah peningkatan kasus influenza tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua agar tidak menganggap remeh. Data dari IDAI menunjukkan bahwa sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan rawat inap, dan 80 persen di antaranya adalah anak dibawah usia 2 tahun, dengan 50 persen diantaranya berusia kurang dari 6 bulan.
Merujuk data global menunjukkan anak usia 0 - 17 berisiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi influenza dibandingkan orang dewasa.
Advertisement
"Sistem imun anak masih naif, sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk segera mengendalikan dampak infeksi virus," kata Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr dr Hikari Ambara Sjakti SpA, Subsp H.Onk(K).
Influenza pada anak dengan faktor risiko bisa menyebabkan komplikasi berat seperti seperti pneumonia, eksaserbasi asma, miokarditis, hingga ensefalopati. Maka dari itu, saat anak menunjukkan gejala influenza penting untuk memeriksakan ke dokter.
Pemberian Antivirus
Deteksi dini dan tata laksana yang tepat bisa mencegah keparahan akibat influenza seperti disampaikan Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT(K).
"Diagnosis laboratoris sangat penting, terutama dengan RT-PCR yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi serta mampu mengidentifikasi subtipe virus," kata wanita yang karib disapa Anggi ini dalam media briefing IDAI secara daring.
Anggi menjelaskan anak yang positif influenza lalu diberikan terapi antivirus neuraminidase inhibitor, seperti oseltamivir, akan efektif bila diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.
"Kami mengingatkan bahwa pemberian antivirus harus berdasarkan evaluasi dokter. Jangan memberikan obat tanpa resep dokter," tambah Hikari.
Anak Sakit Jangan Sekolah Dulu
Anak juga dapat menularkan virus bahkan sebelum gejala muncul.
“Anak dapat menularkan virus influenza sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga 10 hari setelahnya,” kata Anggi.
Guna mencegah penularan, anak yang sakit influenza harus diisolasi di rumah, tidak boleh dibawa ke sekolah atau tempat bermain sampai benar-benar pulih.
Lalu, etika batuk, cuci tangan rutin, rajin minum air putih untuk mengurangi dehidrasi, dan penggunaan masker tetap menjadi langkah pencegahan non-farmakologis yang sangat efektif.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354907/original/059583400_1790065976-cek_fakta_blt_kesra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355036/original/052934100_1790070144-FALSE__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4993874/original/056837800_1730895197-fotor-ai-2024110619038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3728483/original/058553900_1639753065-pexels-ron-lach-9892443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127399/original/037021500_1739171163-national-cancer-institute-fi3zHLxWrYw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4827111/original/045120600_1715299602-kelly-sikkema-xN0INdwHAs4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351706/original/000039100_1789711162-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_12.58.10_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539779/original/017376700_1692162973-20230816-Polusi-Udara-Jabodetabek-Tingkatkan-Penderita-ISPA-Arbas-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550558/original/043753400_1692872973-towfiqu-barbhuiya--jthScuVWT0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587080/original/091917300_1695602279-jay-ang-v0BgDZTJyPY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4301837/original/002335600_1674614987-tomek-baginski-EI3lexoBY60-unsplash_1_.jpg)