Anak Lebih Rentan Terpapar Influenza, Ini Penyebabnya

Ketahui juga cara ampuh untuk mencegah anak tertular influenza.

Diterbitkan 30 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anak termasuk kelompok yang lebih rentan terinfeksi influenza. Menurut Ketua Lembaga Penyakit Tropis (LPT) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr Priyo Budi Purwono MSi MKedKlin SpMK PhD, ada dua faktor yang membuat anak lebih rentan tertular penyakit itu.

Pertama, anak belum selalu mampu menerapkan pembatasan dalam berinteraksi maupun menjaga kebersihan diri secara konsisten.

“Anak-anak lebih rentan karena mereka belum sepenuhnya memahami pembatasan dalam berinteraksi, termasuk kebiasaan menjaga higiene seperti menutup mulut ketika batuk atau bersin," kata Priyo.

Faktor lain adalah sistem imunitas anak masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan terinfeksi.

Gejala influenza umumnya muncul setelah masa inkubasi sekitar satu hingga tujuh hari. Gejala awal umumnya berawal dengan demam, nyeri tubuh, pilek, nyeri menelan, serta batuk.

Secara klinis, gejala tersebut sulit dibedakan dengan infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala. Maka untuk menegakkan diagnosis perlu pemeriksaan swab RT-PCR dari hidung atau tenggorokan.  Lalu, bisa juga disertai pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen dada sesuai indikasi medis.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Untuk mengurangi risiko penularan, Priyo menekankan pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi interaksi ketika sedang sakit, berolahraga, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menerima vaksin influenza untuk pencegahan.

“Tidak perlu panik. Kita bisa belajar dari pengalaman pandemi sebelumnya dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Jika kondisi semakin parah, berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai,” katanya mengutip laman Unair.

Kasus Influenza di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pemeriksaan terhadap 8.757 spesimen hingga minggu ke-38 2026. Dari pemeriksaan tersebut, 1.527 spesimen positif influenza dan 126 lainnya positif COVID-19.

"Jadi, untuk kasus influenza positif di tahun 2026 ada sebanyak 1.527," tutur Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, pada Senin (28/9/2026) saat konferensi pers secara daring.

Mengenai varian yang mendominasi, Andi mengatakan influenza A(H1N1)pdm09 menjadi subtipe yang paling banyak ditemukan.

"Subtipe lineage itu sama terbanyak H1N1, kemudian diikuti H3N2 dan tipe B Victoria," kata Andi.

Mengenai sebaran, Andi mengatakan kasus influenza paling banyak ditemukan di DKI Jakarta disusul Jawa Barat dan Banten.