Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis dermatologi venereologi dan estetika, Hafiza Fathan, mengatakan timbulnya rasa kesat seperti tertarik setelah membersihkan wajah bukan tanda kulit sudah benar bersih.
“Sebenarnya, kesat atau rasa bersih itu sebenarnya bukan parameter yang tepat untuk kebersihan kita cleansing," kata Hafiza.
Kulit kesat yang didapatkan dengan menggosok kulit wajah justru dapat memicu masalah pada kulit jika dilakukan berulang. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu kondisi kulit karena gesekan merupakan bentuk berbagai macam tekanan di luar kulit yang dapat menyebabkan iritasi. Maka proses membersihkan wajah perlu dilakukan secara efektif tanpa turut menghilangkan bagian kulit yang sehat.
Advertisement
“(Membersihkan kulit) Efektif itu kita harus remove what needs to be removed. Jangan sampai kita me-remove juga kulit yang sehat,” ujar Hafiza mengutip Antara.
Kulit merupakan jaringan hidup yang terus mengalami perbaikan dan regenerasi. Kulit yang rusak akan digantikan dengan jaringan baru, sementara lapisan kulit yang terbentuk akan terus bergerak hingga mencapai permukaan dan terlepas.
Proses tersebut membuat kebersihan kulit tetap perlu diperhatikan karena kotoran yang menempel di permukaan dapat menjadi beban bagi kulit. Namun, pembersihan tetap perlu dilakukan dengan cara yang tidak memberikan beban tambahan berupa gesekan berulang.
Penggunaan produk pembersih juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Jika seseorang menggunakan riasan atau tabir surya yang tahan air, misalnya, formula pembersih yang digunakan perlu mampu membersihkan produk tersebut.
“Kalau memang kita suka pakai make-up atau sunscreen yang waterproof, berarti kita harus cari formula yang bisa menangani waterproof,” katanya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230141/original/048825600_1747983618-PatungEmas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854795/original/015060900_1717646117-cek_fakta_antam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365462/original/088186900_1791179107-HOAX__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300832/original/013315500_1784389970-Ilustrasi_pria_cuci_muka-18_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)