Liputan6.com, Jakarta - Bagi masyarakat umum, transfusi darah kerap identik dengan kondisi darurat, seperti kecelakaan atau tindakan operasi. Namun, bagi penyandang hemofilia, plasma darah dapat menjadi bagian penting dari terapi untuk memenuhi kebutuhan faktor pembekuan tubuh.
Plasma merupakan komponen cair dalam darah yang mengandung berbagai protein, termasuk protein yang berperan dalam proses pembekuan darah.
Pada hemofilia, tubuh mengalami kekurangan faktor pembekuan tertentu sehingga pasien dapat mengalami perdarahan yang sulit berhenti.
Advertisement
Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menjelaskan bahwa plasma dari darah tidak selalu diberikan langsung melalui transfusi.
Inovasi kini membuat plasma dapat diolah melalui proses fraksionasi untuk menghasilkan Produk Obat Derivat Plasma (PODP), termasuk produk dengan faktor pembekuan yang dibutuhkan pasien.
"Dua-duanya merupakan pemenuhan untuk kebutuhan pasien. Maka pasien itu ada yang membutuhkan plasma dari sisi transfusi, tapi ada juga memang pasien yang membutuhkan substansi spesifik: albumin misalnya, atau immunoglobulin IVIG, faktor koagulasi VIII atau faktor lainnya," tutur Teguh dalam media gathering International Plasma Awareness Week 2026: Memahami Perjalanan Plasma hingga Mendukung Kehidupan Pasien yang digelar Takeda di Jakarta pada Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan terhadap produk derivat plasma pada pasien dengan penyakit kronis bukan sekadar terapi sesaat. Sebagian pasien membutuhkan produk tersebut secara berulang sehingga keberlanjutan ketersediaannya menjadi penting.
Terapi Membantu Pasien Tetap Produktif
Pentingnya ketersediaan terapi tersebut dirasakan langsung oleh Pelaksana Tugas Layman dan Wakil Ketua Bidang Finance, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) sekaligus pasien hemofilia, Yusnidar Patah.
Sebagai penyandang hemofilia B berat sejak balita, Yusnidar mengatakan terapi yang diperolehnya selama ini turut membantunya bertahan dan menjalani kehidupan hingga di usia kepala lima saat ini.
"Kaitannya dengan plasma itu sangat erat karena melalui plasma itu saya bisa duduk hadir hari ini. Usia saya sekarang 50 tahun, jadi menjalani terapi produk darah itu dari 17 bulan," ungkap Yusnidar.
Dalam perjalanannya, ia harus menghadapi berbagai dampak hemofilia, termasuk perdarahan berulang yang menyerang persendian dan memengaruhi kemampuan bergeraknya.
Kondisi tersebut sempat membuat Yusnidar bergantung pada kursi roda dan kruk. Namun, setelah mendapatkan penanganan dan terapi yang lebih optimal, ia perlahan dapat kembali beraktivitas.
Meski demikian, kebutuhan terhadap terapi tidak berhenti. Yusnidar mengatakan perdarahan masih dapat terjadi setiap lima hingga tujuh hari sehingga ia perlu mendapatkan suntikan faktor IX secara berkala.
"Hemofilia saya itu kan sekarang per 5 sampai 7 hari itu suka ada perdarahan, jadi harus disuntik faktor IX," jelasnya.
Plasma dan Keberlanjutan Terapi
Kondisi yang dialami Yusnidar menunjukkan pentingnya ketersediaan produk terapi bagi penyandang hemofilia. Obat yang digunakan untuk menangani hemofilia tertentu berasal dari produk derivat plasma, yang diproses dari plasma darah untuk menghasilkan faktor pembekuan yang dibutuhkan pasien.
Bagi penyandang hemofilia dengan kondisi berat, terapi tersebut dapat menjadi kebutuhan jangka panjang. Karena itu, ketersediaan plasma sebagai bahan baku menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan pengobatan.
Ia juga menilai penguatan ekosistem plasma di Indonesia perlu terus dilakukan. Menurutnya, jika ketersediaan plasma tidak terjamin, keberlanjutan terapi bagi pasien juga dapat terdampak.
“Mudah-mudahan dengan adanya ekosistem plasma ini, karena obat kami itu basisnya dari plasma. Kalau tidak ada plasma, tidak terjamin ketersediaannya, ya risiko ke kehidupan kami juga,” kata Yusnidar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367806/original/093780900_1791362859-purbaya_KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9368127/original/019771900_1791380778-20261007_105054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545951/original/047112300_1775226794-ilustrasi_obat_anti_nyeri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368007/original/022643900_1791370003-personan_trainee.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368053/original/086000900_1791373205-WhatsApp_Image_2026-10-07_at_6.33.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368015/original/070405400_1791370485-WhatsApp_Image_2026-10-07_at_5.51.10_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367982/original/052704100_1791369120-20261007_103445.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367586/original/041322700_1791356565-andri_prodia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355651/original/074509200_1790139170-christina-victoria-craft-ZHys6xN7sUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5301876/original/041991000_1753959781-artem-beliaikin-1K8pWXiRyIA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735779/original/010114200_1707186914-elizabeth-lies-PIQCA1ReSgU-unsplash.jpg)