Sering Pipis Malam Bukan Sekadar Masalah Kandung Kemih

Sering pipis di malam hari bukan sekadar masalah kandung kemih. Kenali penyebab dan tandanya.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 11:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sering pipis di malam hari mungkin terasa seperti hal biasa, terutama ketika usia mulai bertambah. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang kali hingga mengganggu tidur, jangan buru-buru menganggapnya hanya sebagai masalah kandung kemih.

Kondisi sering pipis di malam hari dikenal sebagai nocturia. Kondisi ini terjadi ketika seseorang terbangun dari tidur satu kali atau lebih pada malam hari untuk buang air kecil, dengan setiap episode buang air kecil didahului dan diikuti oleh tidur.

Dr Yong Jin, konsultan dari Departemen Urologi Singapore General Hospital, mengatakan nocturia bukan sekadar persoalan kandung kemih. Kondisi ini dapat berkaitan dengan produksi urine, pola tidur, sirkulasi darah, hingga penyakit tertentu.

"Nocturia merupakan masalah kompleks yang biasanya tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu perubahan gaya hidup," kata Yong dikutip Channel News Asia pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Bukan Selalu Karena Terlalu Banyak Minum

Ketika mengalami sering pipis di malam hari, banyak orang mungkin langsung mengurangi minum air menjelang tidur. Namun, cara ini belum tentu menyelesaikan masalah.

Ahli urologi Dr Lee Yee Mun dari Nexus Surgical mengatakan nocturia jarang hanya disebabkan oleh terlalu banyak minum pada malam hari.

"Nocturia jarang disebabkan oleh terlalu banyak minum pada malam hari saja. Karena itu, saran umum seperti mengurangi minum air pada malam hari sering kali mengecewakan," ujar Lee.

Salah satu penyebabnya adalah nocturnal polyuria, yakni kondisi ketika tubuh menghasilkan lebih dari sepertiga total urine dalam 24 jam pada malam hari.

Menurut Lee, hingga 80 persen pasien nocturia mengalami produksi urine berlebihan pada malam hari.

Seiring bertambahnya usia, kondisi ini juga dapat semakin mudah terjadi. Kadar hormon antidiuretik atau ADH yang membantu mengurangi produksi urine saat tidur secara alami menurun. Akibatnya, produksi urine pada malam hari dapat meningkat.

Bisa Berkaitan dengan Gangguan Tidur hingga Prostat

Sering pipis di malam hari juga dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Pada orang berusia 40-an dan 50-an, penyebabnya antara lain obesitas, hipertensi, diabetes, obstructive sleep apnoea (OSA), konsumsi alkohol, merokok, insomnia, dan kecemasan.

OSA bahkan memiliki kaitan kuat dengan nocturia. Sekitar setengah pasien OSA mengalami kondisi tersebut.

Pada pria yang lebih tua, pembesaran prostat juga dapat berperan. Selain itu, kapasitas kandung kemih dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

Pada kelompok usia 60-an dan 70-an, penyebab sering pipis di malam hari bisa lebih kompleks. Kondisi seperti gagal jantung, diabetes, penyakit ginjal kronis, perubahan ritme sirkadian, dan produksi urine yang lebih banyak pada malam hari juga perlu diperhatikan.

Apakah Harus Mengalaminya Seumur Hidup?

Menurut Yong, nocturia biasanya tidak dapat diatasi hanya dengan satu perubahan gaya hidup. Untuk mengetahui penyebabnya, dokter dapat meminta pasien mencatat pola minum dan buang air kecil selama tiga hari melalui three-day bladder diary.

Catatan tersebut dapat membantu dokter mengetahui apakah masalah utamanya berasal dari produksi urine yang berlebihan, gangguan kandung kemih, pola tidur, atau kondisi kesehatan lainnya.

Beberapa langkah juga dapat dilakukan, seperti mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, mengatur waktu penggunaan obat diuretik, serta menggunakan kaus kaki kompresi atau meninggikan kaki pada sore hari jika terjadi penumpukan cairan di tungkai.

Jika mendengkur disertai dugaan OSA, kondisi tersebut juga perlu diperiksa dan ditangani.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Sesekali terbangun untuk buang air kecil umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika sering pipis di malam hari terjadi berulang dan mengganggu kualitas tidur.

Yong menyarankan berkonsultasi jika kondisi tersebut muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, terutama bila disertai gejala lain seperti sulit menahan urine, aliran urine lemah, infeksi saluran kemih berulang, atau merasa kandung kemih tidak benar-benar kosong.

Pembengkakan kaki, sesak napas, rasa haus berlebihan, penurunan berat badan, atau diabetes yang tidak terkontrol juga perlu menjadi perhatian.

Lee menambahkan, darah yang terlihat dalam urine juga menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.

"Nocturia juga dapat menjadi tanda awal gagal ginjal karena bisa menunjukkan ketidakmampuan ginjal untuk memekatkan urine pada malam hari," kata Lee.

Oleh sebab itu, sering pipis di malam hari bukan selalu sekadar persoalan kandung kemih.

Jika terjadi terus-menerus, mencari penyebabnya bersama dokter menjadi langkah penting agar gangguan tidur dan kondisi yang mendasarinya dapat ditangani dengan tepat.