Bukan Sekadar Memar, Benturan Saat Olahraga Bisa Sebabkan Hematoma

Hematoma pada jaringan otot cukup sering terjadi pada olahraga yang melibatkan kontak fisik seperti sepak bola. Kenali apa itu hematoma.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 09:21 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Benturan saat berolahraga tak selalu berakhir dengan memar biasa. Pada kondisi tertentu, cedera bisa menyebabkan hematoma atau penumpukan darah di jaringan otot yang memicu pembengkakan dan nyeri yang bisa berujung ganggu aliran darah hingga fungsi otot. 

“Hematoma adalah kumpulan darah yang terlokalisasi di luar pembuluh darah. Hematom ini terjadi ketika darah keluar dari pembuluh darah arteri, vena, atau kapiler yang mengalami kerusakan dan terkumpul di jaringan otot yang mengalami benturan," tutur dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed.

Pada atlet, kondisi ini umumnya terjadi akibat benturan yang menyebabkan pembuluh darah arteri, vena, atau kapiler mengalami kerusakan sehingga darah keluar dan terkumpul di jaringan otot. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang sering berolahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti sepak bola, rugby, dan hoki.

Hematoma tidak hanya disebabkan oleh benturan langsung. Tarikan atau beban yang terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan serabut otot robek sehingga merusak pembuluh darah di dalam otot. Darah yang terkumpul kemudian dapat menimbulkan pembengkakan dan nyeri.

Jika darah terperangkap di dalam lapisan pembungkus otot, tekanan di dalam jaringan dapat meningkat dan berpotensi mengganggu aliran darah serta fungsi otot tersebut. Sebaliknya, apabila pembungkus otot ikut mengalami robekan, darah dapat menyebar ke jaringan di antara otot sehingga memar atau hematom ini terlihat lebih luas.

Atlet atau orang yang aktif berolahraga juga perlu mengenali tanda hematoma yang masih ringan maupun hematoma yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau bengkak cepat membesar, nyeri semakin berat, anggota tubuh yang cedera sulit digerakkan, terdapat perubahan bentuk, atau kondisi tidak membaik bahkan semakin memburuk, sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas layanan kesehatan,” ujarnya mengutip laman IPB University. 

Waktu Pemulihan Hematoma

Waktu pemulihan hematoma berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan.

Pada hematoma ringan yang tidak memerlukan penanganan operatif, atlet rata-rata dapat kembali berolahraga sekitar empat minggu. Namun, pada cedera yang lebih berat atau bahkan memerlukan tindakan operatif, pemulihan dapat membutuhkan waktu enam hingga delapan minggu atau lebih.

“Jangan hanya berpatokan pada jumlah hari. Atlet sebaiknya kembali bertanding ketika sudah tidak mengalami nyeri, gerakan dan kekuatan otot sudah kembali normal, serta mampu melakukan gerakan olahraga seperti yang biasanya dilakukan, misalnya berlari atau melakukan gerakan perubahan arah (change of direction movement) sebagai latihan kelincahan, tanpa keluhan," kata Agil.