Menkes: Estimasi Kasus Tuberkulosis Menurun

Screening yang lebih agresif membuat angka penularan tuberkulosis (TB) alami sedikit penurunan.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 10:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Untuk pertama kalinya angka estimasi insiden tuberkulosis (TB) di Indonesia menurun. Mengacu pada estimasi WHO Global TB Report, angka estimasi kasus pada 2026 turun menjadi 1.080.000 dari 1.092.000 pada 2024.

"Jadi sejak tahun 2024 sebenarnya WHO melihat Indonesia terjadi penurunan," kata Budi pada konferensi pers Dua Tahun Prabowo-Gibran bidang Kesehatan pada Kamis (22/10/2026) di kantor Kemenkes Jakarta. 

Mengenai penurunan estimasi kasus penyakit menular ini, Budi mengatakan hal ini karena gencarnya mencari kasus aktif ditopang penyediaan portable X-ray dan mesin tes molekuler Near Point of Care (NPOC) di ribuan Puskesmas.

"Screening-nya kita agresif. Jadi kita datang screening, alat-alatnya juga kita lengkapi, portable x-ray sama mobile x-ray ini," kata Budi.

Hingga Oktober 2026, sebanyak 666.985 kasus tuberkulosis telah ditemukan dan dilaporkan atau 61 persen dari target 972.000 kasus. Dari jumlah itu, 599.425 pasien atau 90 persen dari target sudah memulai pengobatan.

Skrining TB juga diintegrasikan dengan layanan CKG dan dibawa langsung ke tempat warga berkumpul. Sebanyak 40.910 warga binaan di lapas dan rutan serta 24.623 santri di pondok pesantren telah diperiksa. Lalu, upaya menggandeng kementerian/lembaga lain dan sektor swasta, termasuk memeriksa 8.914 karyawan dan mitra layanan transportasi daring seperti Gojek dan Grab.

Pengobatan TB Makin Pendek

Dari sisi pengobatan, Kemenkes memperpendek durasi terapi melalui regimen obat modern.

“Dulu TB ini minum obatnya panjang sekali, bisa sampai lebih dari 1 tahun dia minum obat setiap hari. Sekarang turun jadi 12 bulan, turun lagi jadi 6 bulan, yang terakhir kita sudah bisa ada yang bisa 4 bulan. Jadi dengan demikian, obat-obatan TB-nya makin lama makin mudah diterima oleh masyarakat,” kata Budi.

Indonesia juga ikut dalam uji klinis tahap 3 kandidat vaksin TB M72 yang ditargetkan mulai diproduksi pada awal 2029.