Liputan6.com, Washington D.C - Kegagalan eksekusi Christa Pike di Tennessee, Amerika Serikat, menyisakan pertanyaan mengenai bagaimana obat pentobarbital bekerja di dalam tubuh. Dua dosis obat tersebut telah diberikan, tapi Pike tetap hidup dan akhirnya mendapat perawatan di rumah sakit.
Pentobarbital sendiri merupakan obat dari kelompok barbiturat yang dapat menekan aktivitas sistem saraf pusat. Dalam kondisi tertentu, efeknya juga dapat menyebabkan depresi pernapasan hingga apnea.
Lantas, mengapa pemberian dua dosis pentobarbital dalam eksekusi Pike tidak menghasilkan efek yang diharapkan?
Advertisement
Menariknya, proses eksekusi disebut sempat mengalami kendala sejak pemasangan jalur infus. Pengacara Pike mengungkapkan tim eksekusi membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memasang infus sebelum obat diberikan.
Dikutip dari BBC, Jumat (2/10/2026), pengacara Pike, Randy Spivey, mengatakan setidaknya tujuh jarum digunakan pada lengan kiri kliennya. Salah satu jarum bahkan disebut tampak bengkok ketika dicabut setelah upaya pemasangan yang tidak berhasil.
Menurut Spivey, setelah dosis kedua diberikan, para pengamat ditempatkan di sebuah ruangan gelap di balik tirai tertutup. Beberapa menit kemudian, Pike masih terlihat bernapas, seperti dikutip Kanal Global Liputan6.com pada Senin, 5 Oktober 2026.
Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang dipertanyakan dalam proses investigasi. Menurut Ketua HCC, Dr. Ray Wagiu Basrowi, respons tubuh terhadap obat tidak hanya ditentukan oleh jumlah atau dosis yang diberikan.
Pentobarbital Merupakan Obat Medis
Pentobarbital termasuk dalam kelompok obat barbiturat. Dalam penggunaan medis, obat ini antara lain digunakan sebagai sedatif, preanestetik, serta pada kondisi kejang tertentu.
Obat tersebut bekerja dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat. Semakin besar paparannya, efek depresan yang ditimbulkan juga dapat semakin berat, dikutip dari unggahan di akun Instagram @hcc.indonesia.
Pentobarbital Bisa Menekan Pernapasan
Barbiturat juga dikenal sebagai respiratory depressant, yaitu zat yang dapat menekan fungsi pernapasan.
Pemberian pentobarbital melalui intravena atau IV yang terlalu cepat dapat menyebabkan depresi napas hingga apnea atau berhentinya pernapasan. Efek tersebut juga dapat disertai penurunan tekanan darah.
Namun, efek obat tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah obat yang diberikan.
Mengapa Dua Dosis Pentobarbital Tidak Berhasil?
Menurut Ray, obat yang diberikan belum tentu seluruhnya mencapai sirkulasi darah sebagaimana mestinya.
Dalam kasus Pike, pengacaranya menyatakan adanya masalah pada jalur selang infus melalui pembuluh darah. Kondisi tersebut diduga dapat menyebabkan pentobarbital masuk ke jaringan, bukan seluruhnya langsung ke aliran darah.
Meski demikian, penyebab pasti kegagalan eksekusi masih menjadi subjek investigasi resmi.
Dosis Bukan Satu-satunya Faktor
Dalam farmakologi, respons tubuh terhadap obat tidak hanya ditentukan oleh dosis.
Rute pemberian, kecepatan pemberian, distribusi obat di dalam tubuh, hingga kondisi pasien juga dapat memengaruhi efek obat.
Bahkan, label pentobarbital menyebutkan tidak ada satu dosis IV rata-rata yang dapat diandalkan untuk menghasilkan efek identik pada setiap pasien.
Artinya, jumlah obat yang diberikan bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa kuat efeknya pada tubuh.
Eksekusi Diwarnai Perselisihan Hukum
Upaya eksekusi Pike pada Rabu juga diwarnai pertarungan hukum hingga menit-menit terakhir. Perselisihan tersebut berakhir setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat mengizinkan penyuntikan zat mematikan tetap dilaksanakan.
Pike, yang kini berusia 50 tahun, dijatuhi hukuman mati pada 1996 atas pembunuhan Colleen Slemmer.
Pike berusia 18 tahun ketika ia bersama pacarnya saat itu, Tadaryl Shipp, memukuli, menyiksa, dan membunuh Slemmer yang berusia 19 tahun.
Ibu Slemmer, May Martinez, termasuk pihak yang menginginkan eksekusi tersebut berlangsung. Ia datang ke Tennessee untuk menyaksikannya.
Setelah eksekusi gagal, Martinez mengatakan kepada NBC News bahwa kejadian tersebut “berantakan”.
Pengacara Minta Hukuman Pike Diubah
Setelah kegagalan eksekusi, tim pengacara Pike meminta agar hukuman mati terhadap klien mereka diubah menjadi hukuman yang lebih ringan.
Spivey mengatakan Gubernur Tennessee seharusnya mengubah hukuman mati Pike. Permintaan serupa sebelumnya telah ditolak.
Pengacara Pike lainnya, Stephen Ferrell, mengatakan mereka juga sedang mempertimbangkan pilihan hukum lainnya.
"Kami ingin memikirkan hal ini secara matang dan memastikan Christa pulih serta memiliki kesempatan untuk menyampaikan keinginannya," ujarnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365296/original/064675400_1791170200-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-05T101528.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363846/original/099223700_1790922832-Christa_Pike_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)