Dekat dengan Alam Bantu Berdamai dengan Diri Sendiri

Penelitian ungkap manfaat ketika seseorang mendekat dengan alam seperti bermain ke hutan, naik gunung, melihat sunset atau sesederhana bermain ke taman.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 Mei 2026, 10:00 WIB
Mendekat dengan alam dengan bermain di hutan. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah penelitian menemukan ketika seseorang terhubung dengan alam ternyata dapat membantu memiliki pandangan yang lebih positif terhadap tubuh dan dirinya sendiri.

Peneliti dari Anglia Ruskin University, Inggris melakukan survei terhadap 50 ribuan responden berusia 18 hingga 99 tahun dari 58 negara. Hasilnya menunjukkan bahwa tanpa memandang usia maupun identitas gender, orang yang lebih dekat dengan alam cenderung memiliki citra tubuh yang lebih positif serta kualitas hidup yang lebih baik.

Profesor psikologi sekaligus penulis utama penelitian ini, Viren Swami, menjelaskan bahwa citra tubuh positif bukan hanya soal merasa puas dengan penampilan fisik.

“Citra tubuh positif berarti mencintai, menghargai, dan merawat tubuh kita. Orang dengan citra tubuh positif mampu menghargai keunikan tubuhnya dan memperlakukannya dengan baik,” jelas Swami mengutip Time.

Menurut penelitian tersebut, ada dua alasan utama mengapa alam dapat membantu seseorang merasa lebih baik terhadap dirinya sendiri.

Pertama, waktu yang dihabiskan di alam berkaitan dengan meningkatnya rasa welas asih terhadap diri sendiri atau self-compassion. Misalnya ketika mengamati burung, berjalan kaki, menatap langit senja, atau sekadar mencium aroma bunga dapat menciptakan kondisi yang disebut peneliti sebagai “cognitive quiet”, yakni keadaan ketika pikiran menjadi lebih tenang dan tidak terlalu terbebani.

Dalam kondisi tersebut, seseorang cenderung lebih mudah memproses pikiran dan emosi dengan tenang sehingga dapat memperlakukan diri dengan lebih baik.

Faktor kedua adalah efek pemulihan mental yang diberikan alam. Penelitian menyebut kehidupan perkotaan yang penuh kebisingan, keramaian, lalu lintas, hingga paparan layar gawai dapat membuat otak terus bekerja tanpa henti.

Sementara itu, melihat dedaunan bergerak tertiup angin dari jendela rumah atau membiarkan kupu-kupu hinggap di tangan ternyata bisa membantu mengurangi kelelahan mental yang memengaruhi suasana hati.

Penelitian Lain Ungkap Manfaat Berada di Alam

Ilustrasi Bermain di Hutan. Foto: (Ade Nasihudin/ Liputan6.com).

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa paparan alam dapat membantu anak-anak dan remaja menenangkan sistem saraf mereka. Bahkan, berjalan kaki di alam disebut lebih memberikan efek pemulihan mental dibanding berjalan di jalanan kota.

“Manusia saat ini mungkin menjadi generasi yang paling jauh dari alam dibanding masa-masa sebelumnya. Ini berdampak besar bukan hanya bagi kesehatan mental dan fisik, tetapi juga bagi kelestarian alam itu sendiri,” kata Swami.

Berbagai penelitian sebelumnya juga mendukung manfaat alam bagi kesehatan. Menghabiskan waktu sekitar 20 menit di area hijau seperti taman disebut dapat meningkatkan kesejahteraan mental, baik dengan duduk santai maupun berolahraga ringan.

Tak hanya area hijau, berada di dekat sungai atau danau juga diketahui dapat membantu memperbaiki suasana hati. Dalam beberapa tahun terakhir, dokter di sejumlah negara bahkan mulai meresepkan aktivitas berjalan di alam sebagai bagian dari upaya mengurangi stres pasien.

Jauhkan Hp Saat di Alam

Indahnya pemandangan alam di Floating Market di Bandung Barat Jabar (Liputan6.com / Nefri Inge)

Bagi Anda yang ingin healing di alam, Swami menyarankan untuk benar-benar hadir saat berada di hutan, pantai atau taman. Termasuk mengurangi penggunaan ponsel.

“Kalau sedang berada di alam, cobalah untuk melepaskan diri sejenak dari smartphone. Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam sambil terus melihat ponsel tidak jauh berbeda dengan berada di dalam ruangan,” ujarnya.

Namun, menurutnya, yang terpenting bukan sekadar menjauh dari gawai, tetapi juga membangun rasa ingin tahu terhadap alam sekitar. Mendengarkan suara angin di pepohonan atau memperhatikan matahari terbenam secara perlahan dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang.

“Alam memiliki daya tarik yang lembut. Ia mampu menarik perhatian kita tanpa usaha besar. Karena itu, meluangkan waktu di alam sambil benar-benar menikmatinya bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan mental,” kata Swami.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya