Genap 10 Tahun, Halodoc Kini Bisa Diakses Lewat WhatsApp

Halodoc meluncurkan tiga layanan anyar pada ulang tahun ke-10. Salah satunya akses layanan kesehatan via WhatsApp.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 25 Mei 2026, 19:30 WIB
Platform layanan kesehatan digital Halodoc kini bisa diakses melalui WhatsApp.

Liputan6.com, Jakarta - Platform layanan kesehatan digital Halodoc kini bisa diakses melalui WhatsApp. Lewat layanan ini, pengguna dapat mengakses informasi kesehatan, membeli obat, hingga mendapatkan rekomendasi layanan medis tanpa perlu mengunduh aplikasi.

Chief Operating Officer Halodoc, Alfonsius Timboel mengatakan kehadiran layanan di WhatsApp merupakan upaya perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan digital agar semakin mudah dijangkau masyarakat. 

“Jadi pengguna tidak perlu membuka aplikasi Halodoc. Lewat WhatsApp juga bisa mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah,” ujar Alfons dalam Media Gathering Spesial Anniversary ke-10 Halodoc di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Lewat layanan WhatsApp on Halodoc, pengguna bisa bertanya dan mengakses informasi kesehatan dengan teknologi artificial intelligence (AI). Meski begitu AI yang ada di WhatsApp on Halodoc tidak memberikan diagnosis dan tidak meresepkan obat seperti disampaikan Chief Medical Officer, Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS.

"Misalnya bertanya ini bintik-bintik apa? Nah untuk menegakkan diagnosis silakan untuk konsultasi ke dokter," kata Irwan di kesempatan yang sama.

Namun, pengguna bisa membeli obat atau vitamin di Halodoc on WhatsApp. Ke depan, Alfons mengatakan Halodoc berencana mengembangkan lebih banyak fitur yang sebelumnya hanya tersedia di aplikasi.

Sehingga lewat Halodoc on WhatsApp, pengguna bisa mendapatkan rekomendasi layanan medis tanpa perlu mengunduh aplikasi, tanpa perlu login, jaminan produk asli, dan pengiriman obat dalam waktu satu jam.

 

Luncurkan Family Care

Pada ulang tahun ke-10, Halodoc juga meluncurkan Family Care. Inii adalah fitur terintegrasi yang dirancang khusus untuk para caregiver keluarga.

Menurut data internal Halodoc sekitar 65% penggunanya adalah para ibu. Lalu, temuan di Indonesia Health Insights Report2025 mengungkap bahwa 74% ibu di Indonesia mengelola kesehatan tiga anggota keluarga atau lebih seperti anak, suami, orangtua bisa juga asisten rumah tangga. 

Menurut Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, fitur Family Care memungkinkan pengguna menambahkan profil terpisah untuk setiap anggota keluarga, dengan rekam medis, riwayat kesehatan, jadwal, dan perawatan preventif masing-masing.

“Misi Halodoc untuk menyederhanakan layanan kesehatan berarti menyederhanakan untuk semua orang dari berbagai lapisan masyarakat," kata Fibri.

Perkuat Ekosistem Tenaga Kesehatan

Selain tingkatkan layanan untuk pengguna, pada ulang tahun ke-10 Halodoc berupaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan medis. Dalam ini yang diberikan oleh tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, bidan, dan lainnya. Salah satunya melalui Halodoc Academy yang merupakan wadah pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan dan menyediakan program peningkatan kompetensi sekaligus perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP).

Irwan mengatakan hingga saat ini, Halodoc Academy telah diikuti oleh lebih dari 123.000 peserta dan menggelar 180 pelatihan bagi tenaga kesehatan.

Lalu, Irwan mengatakan seluruh inovasi Halodoc dikembangkan di bawah pengawasan klinis Boardof Medical Excellence (BoME). Sehingga standar kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga di setiap aspek ekosistem. 

"BoME memastikan setiap inovasi tetap berpijak pada prinsip clinical safety.Buat kami keamanan pasien yang utama," katanya.

Irwan menegaskan inovasi Halodoc dirancang bukan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan melainkan untuk memperkuat layanan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya