Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan Indonesia mampu mandiri memproduksi 15 antigen vaksin sebelum akhir 2029. Untuk mencapai target tersebut, Menkes meminta seluruh pemangku kepentingan mempercepat riset dan produksi bahan baku vaksin dalam negeri. Target itu juga diselaraskan dengan berakhirnya masa pemerintahan saat ini.
"Bisa kita lakukan lebih cepat? Vaksin pengembangan bisa memakan waktu lama. Saya tidak percaya. Covid-19 kita bisa lakukan dalam 18 atau 20 bulan. Kenapa saya tetap menerima jawaban bahwa kita butuh 5 atau 10 tahun? Bisa kita kurangi dari 2031, 2030, hingga 2029? Sebelum Pak Prabowo selesai. Kita butuh partner untuk melakukan teknologi transfer," kata Budi di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Saat ini, lanjut Budi, Indonesia memiliki sekitar 13 jenis vaksin yang dikembangkan dari 15 antigen. Melalui kerja sama antara Universitas Indonesia (UI), Tsinghua University, dan PT Etana Biotechnology Indonesia dalam pengembangan prototipe vaksin mRNA Tetravalent Dengue, jumlah antigen yang dikembangkan di Indonesia kini bertambah menjadi 16.
Advertisement
Meski demikian, Menkes menilai penambahan jumlah antigen belum cukup jika industri farmasi nasional belum menguasai riset dan pengembangan sejak tahap awal. Dia mengungkapkan bahwa dari 15 antigen yang sudah dimiliki, baru empat yang diproduksi secara mandiri menggunakan vaccine seed lokal.
Sementara 11 antigen lainnya masih bergantung pada impor bahan aktif (drug substance) dari China dan India. Industri dalam negeri sejauh ini hanya melakukan proses fill and finish atau pengisian vaksin ke dalam botol.
"Substansi obat kita membeli dari China dan India. Setelah itu kita memasukkan dan selesaikan mengumpulkan botol. Sebelum ini, bahkan Bio Farma mengumpulkan botol, kita bisa memproduksi vaksin secara lokal. Apa yang kita lakukan? Mengumpulkan botol. Sebagai seorang insinyur, saya merasa sangat malu," ujar Menkes.
Â
Penguasaan Teknologi mRNA Jadi Prioritas
Untuk mencapai target kemandirian 15 antigen sekaligus mengembangkan antigen ke-16 berupa vaksin dengue, pemerintah mendorong pemanfaatan platform teknologi messenger RNA (mRNA).
Menurut Budi, teknologi ini dipilih karena memiliki efikasi yang lebih tinggi, lebih stabil, serta biaya produksi massal yang lebih efisien dibandingkan teknologi vaksin konvensional.
"Jadi saya memiliki dua objektif. Objektif pertama adalah melakukan penelitian dan pengembangan agar kita bisa memproduksi sendiri 11 antigen tambahan. Objektif kedua adalah membangun kemampuan teknologi untuk mengembangkan vaksin berbasis mRNA dan viral vector technology," kata Menkes.
Percepatan penguasaan teknologi vaksin dinilai semakin penting mengingat tingginya beban penyakit infeksi di Indonesia. Setiap tahun, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai sekitar 161.000 kasus dengan hampir 700 kematian.
Untuk mengejar target tersebut, Menkes meminta dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga pendanaan seperti LPDP.
Menurutnya, kolaborasi dari hulu hingga hilir diperlukan agar proses riset dapat dipercepat dan hasil penelitian segera diimplementasikan menjadi produksi vaksin dalam negeri.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292072/original/001928600_1783583941-WhatsApp_Image_2026-07-09_at_11.25.29.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259009/original/093710600_1781434062-gabriel_magalhaes_ismael_saibari_brasil_maroko_ap_matt_slocum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8517974/original/022232100_1782444133-kecap.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8465383/original/050312900_1782366651-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314560/original/008283300_1755091693-1000013598.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479339/original/009842300_1768974917-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia__Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8401089/original/081975000_1782282916-1000795322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8395787/original/052169900_1782276692-Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8395135/original/024630100_1782275861-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256877/original/039098200_1781173307-Screenshot_2026-06-11_172051.jpg)