Berat Badan Trump Naik Jadi 108 Kg, Dokter Beri Pesan Ini

Berat badan Donald Trump naik 6 kg dalam waktu setahun. Untuk menjaga kondisi kesehatannya, dokter Gedung Putih menyarankan dua hal kepadanya.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 31 Mei 2026, 10:00 WIB
Berat badan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tim dokter sarankan menjaga pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik (Dok. AP/Allison Robert)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengalami kenaikan berat badan sekitar 6 kg dibandingkan pemeriksaan kesehatan pada April 2025. Kini, berat badan pria 190 cm ini berada di angka 108 kilogram. Dokter pun menyarankan Trump untuk menjaga pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik untuk menurunkan berat badan.

Meski demikian, dokter Gedung Putih Kapten Sean Barbabella menyatakan bahwa kondisi kesehatan Trump secara keseluruhan sangat baik berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang dijalani di Walter Reed National Military Medical Center, 

Dalam memo hasil pemeriksaan kesehatan tahunan yang dirilis pada Jumat, 29 Mei 2026, Barbabella menyebut Trump memiliki fungsi jantung, paru-paru, saraf, dan kondisi fisik yang kuat. Dalam laporan tersebut dituliskan juga Trump mengonsumsi obat untuk mengendalikan kadar kolesterol. 

Trump yang akan berusia 80 tahun pada Juni mendatang juga dinyatakan tetap layak menjalankan tugasnya sebagai Presiden Amerika Serikat dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata seperti mengutip BBC. 

Selain itu, Trump meraih skor sempurna 30 dari 30 dalam Montreal Cognitive Assessment, yakni tes yang umum digunakan untuk menilai fungsi kognitif. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan kognitifnya masih berada dalam batas normal.

Laporan kesehatan juga mencatat denyut jantung Trump saat beristirahat berada di angka 73 kali per menit. Usia jantungnya diperkirakan sekitar 14 tahun lebih muda dibanding usia biologisnya saat ini.

Sean Barbabella mengatakan bahwa di tengah jadwal Trump yang padat tetap disisipkan latihan fisik untuk mendukung kesehatan sang presiden.

"Jadwal hariannya yang padat, termasuk berbagai pertemuan tingkat tinggi, keterlibatan publik, dan aktivitas fisik teratur untuk terus mendukung kesehatan secara keseluruhan," kata Sean Barbabella.

Soal Tangan Trump yang Memar

Sebelumnya, kondisi tangan Trump yang tampak memar dan kaki yang membengkak sempat memicu spekulasi mengenai kesehatannya.

Pada Juli tahun lalu, terungkap bahwa ia didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis, yakni kondisi ketika pembuluh vena di kaki tidak mampu mengalirkan darah kembali ke jantung secara optimal sehingga menyebabkan penumpukan darah dan pembengkakan pada tungkai bawah.

Meski memiliki riwayat kondisi tersebut, dokter menyebut kesehatan Trump saat ini tetap dalam kondisi prima dan tidak menghambat kemampuannya menjalankan aktivitas serta agenda kenegaraan yang padat.        

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya