Kolom Pakar: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Asia – AMSC 2026

Prof Tjandra Yoga Aditama berbagi pengalaman di AMSC 2026 tentang pengendalian wabah penyakit tropis.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Prof Tjandra merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI juga Direktur Program Pasca Sarjana Universitas YARSI Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - “Asian Medical Students’ Conference (AMSC)” 2026 adalah salah satu kegiatan “Asian Medical Students' Association (AMSA)”. Ini merupakan bentuk ajang internasional bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran di kawasan Asia dan sekitarnya yang menjadi wadah untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan mengembangkan kapasitas dalam isu-isu kesehatan yang relevan secara global dan regional.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran negara kita tahun ini menjadi tuan rumah AMSC 2026 dengan mengusung tema “TORCH: Tropical Outbreak Response and Collaborative Healthcare”.

Topik ini menyoroti berbagai tantangan bersama di wilayah tropis, baik berbagai penyakit menular, perubahan iklim, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Karena memang saya banyak menggeluti topik ini, maka saya dengan senang hati berpartisipasi sebagai narasumber acara ini.

Acara dilakukan pada 13 Juli 2026 di ruang kuliah Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, diikuti mahasiswa FK dari Indonesia, Filipina, Taiwan, Korea, Australia, Malaysia, dan Jepang.

Saya menjadi narasumber pada sesi “Roleplay: Be A Doctor” dengan tema “Tropical Disease Outbreak Control”, dengan studi kasus penanganan malaria.

Kegiatan dirancang sebagai simulasi respons darurat multisektor yang terkoordinasi dalam bentuk “table top simulation”, di mana para mahasiswa dari berbagai negara mengambil berbagai peran, termasuk tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, dan WHO, serta berdiskusi intensif untuk mencari jalan keluar atas masalah yang ada.

 

Tentu tugas saya mengupas tentang WHO, dan ada teman dosen yang menjadi narasumber untuk aspek tenaga kesehatan dan masyarakat, serta narasumber dari Kementerian Kesehatan untuk aspek pemerintah.

Selain menjelaskan tentang peran dan fungsi WHO dalam kesehatan dunia, saya sampaikan juga bahwa saya sedang membantu kegiatan pengendalian malaria dan dengue di daerah Saumlaki. Kasus malaria di Saumlaki dalam satu tahun belakangan ini pada umumnya adalah kasus impor, dan tentu perlu aspek pengendalian tertentu.

Kita semua tentu berbesar hati dengan kegiatan para mahasiswa Fakultas Kedokteran ini. Kita harapkan para lulusan dokter akan benar-benar mampu menangani masalah kesehatan bangsa yang tentu akan makin kompleks, dan juga berpartisipasi dalam kesehatan regional dan global.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University, Australia

Guru Besar Kedokteran sejak 2008 Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta

Kepala Balitbangkes Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI, dan

Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025