Vape Intai Remaja, Kepala BPOM Minta Anak Muda Waspada

Zaman dulu rokok tembakau mengintai anak muda tapi saat ini vape dengan desain yang menarik mengincar remaja seperti kata Kepala BPOM.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 13 Juni 2026, 08:00 WIB
Kepala BPOM Taruna Ikrar ungkap bahaya dari vape yang kini mengincar anak muda. (Dok BPOM)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan remaja merupakan kelompok yang rentan terpapar produk adiktif seperti vape atau rokok elektrik.  Menurutnya, ketergantungan yang dimulai pada usia muda dapat berdampak terhadap kesehatan dan kualitas hidup seseorang di masa depan.

Taruna mengatakan masa remaja merupakan periode yang sensitif karena rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh lingkungan pergaulan yang kuat. Kondisi ini membuat remaja lebih mudah tergoda untuk mencoba berbagai produk yang mengandung zat adiktif.

"Kita sudah tahu persis bahwa masa remaja atau masa akil balik adalah masa yang paling sensitif untuk tergoda berbagai macam cara," kata Taruna di hadapan puluhan pelajar di Tangerang Selatan, pada Jumat, 12 Juni 2026. 

Maka dari itu upaya pencegahan melalui edukasi bahaya vape serta rokok tembakau jadi aspek penting agar remaja tidak menjadi pengguna produk tersebut. 

Saat ini, kata Taruna, data mengungkapkan bahwa satu dari tujuh anak muda telah mengalami ketergantungan terhadap rokok dan vape. Ini artinya sekitar 2 persen dari populasi bangsa ini. 

Taruna menjelaskan ketergantungan tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat memengaruhi lingkungan sekitar. Seseorang yang mengalami kecanduan berpotensi mengajak teman sebayanya melakukan hal yang sama sehingga jumlah pengguna terus bertambah.

"Nah logika ini sangat berbahaya, karena seperti kanker dia akan menginvasi. Ketergantungan pasti dia mencari teman, mencari teman, supaya semakin bertambah," kata Taruna.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan vape maupun produk tembakau lainnya dapat menimbulkan ketergantungan yang berdampak jangka panjang. Masalah kesehatan seperti kanker, serangan jantung dan masalah pernapasan mengintai di masa depan. 

Jika tidak dicegah, kondisi tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas generasi muda Indonesia di masa depan.

 

Vape Tidak Lebih Aman dari Rokok

Dokter Bobby Arfhan Anwar SpJP(K) ungkap banyak anak muda sudah kena serangan jantung.

Di kesempatan yang sama, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, Bobby Arfhan Anwar, mengungkapkan bahwa vape tidak lebih aman dari rokok tembakau. 

"Hanya kita belum bisa mengetahui dan memahami secara utuh potensi bahaya vape karena ini merupakan produk yang masih baru. Tetapi beberapa studi yang sudah muncul kebelakangan menunjukkan dengan tegas bahwa tetap ada potensi bahaya kesehatan dari vape sebagaimana rokok-rokok konvensional," tegas Bobby.

Ia juga menceritakan pengalaman dari ruang praktik tentang penanganan pasien serangan jantung. Kini pasien yang perlu menjalani pemasangan ring akibat serangan jantung pun makin muda yakni akhir usia 30 atau awal 40-an.

"Kenapa sekarang lebih muda? Karena yang milenial mengalami serangan jantung itu sudah 'mencicil' faktor risikonya sejak lama, salah satunya karena merokok," kata Bobby.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya