Liputan6.com, Jakarta - BPOM terus memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai dari pengawasan bahan baku, proses pengolahan, hingga edukasi kepada penyelenggara agar makanan yang disajikan aman dikonsumsi.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan, tugas tersebut telah diatur secara tegas dalam regulasi. BPOM bertanggung jawab mengawasi pangan olahan yang digunakan dalam program MBG, mulai dari bahan baku hingga makanan siap santap.
Advertisement
"Di peraturan itu tegas bahwa BPOM bertugas menjadi pengawas mulai dari bahan baku, kemudian processing-nya, termasuk kita punya tugas memberikan pendidikan," kata Taruna dikutip dari Antara pada Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut Taruna, seluruh makanan yang dikonsumsi peserta MBG masuk dalam kategori pangan olahan, termasuk buah yang sudah dipotong maupun bahan pangan yang telah melalui proses pengolahan.
Selain pengawasan, BPOM juga menjalankan fungsi pembinaan dan edukasi terkait penerapan higiene dan sanitasi di dapur penyelenggara MBG.
Sementara itu, sertifikasi higiene dan sanitasi diterbitkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
BPOM juga memiliki tugas melakukan penelusuran dan mitigasi apabila terjadi dugaan keracunan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
"Termasuk bagaimana kita mencari urutan dari mana sumber keracunannya, itu menjadi tupoksinya Badan POM," ujar Taruna.
Dia, menegaskan, pengawasan MBG tetap berjalan meski hingga saat ini BPOM masih menggunakan anggaran internal dan belum menerima dana swakelola khusus untuk program tersebut.
"Sampai detik ini, kita cuma menggunakan anggaran yang ada di Badan POM, belum mendapatkan dana swakelola. Tapi ada uang atau tidak ada uang, Badan POM bertekad jalan terus untuk mengawal pelaksanaan MBG," katanya.
Lebih lanjut Tarina menjelaskan bahwa tambahan anggaran untuk mendukung pengawasan MBG masih berproses di Kementerian Keuangan. Awalnya BPOM direncanakan menerima tambahan anggaran Rp 700 miliar yang kemudian disesuaikan menjadi Rp 675 miliar.
Meski demikian, BPOM memastikan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan untuk mendukung pelaksanaan MBG yang aman dan sesuai standar.
"Kami juga sadar belum maksimal, tapi kita berupaya semaksimal sesuai kemampuan dan sesuai tupoksinya Badan POM," pungkas Taruna.